• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Rupiah Melemah ke Rp18.155 per Dolar AS, Ini Penyebabnya!

Rupiah melemah ke Rp18.155 per dolar AS pada awal November 2026, seiring tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia.

musa by musa
02/11/2026
in Nasional
0
rupiah melemah
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (2/11/2026). Mata uang Garuda berada di level Rp18.155 per dolar AS atau turun 8 poin setara 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap mayoritas mata uang Asia yang juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut menunjukkan penguatan dolar masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang kawasan.

Sejumlah mata uang Asia yang mengalami pelemahan antara lain yuan China sebesar 0,01 persen, peso Filipina 0,02 persen, serta ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,20 persen.

Tekanan juga dialami dolar Singapura yang melemah 0,07 persen, yen Jepang turun 0,18 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,35 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.

Mata Uang Asia Kompak Melemah

Berbeda dengan mayoritas mata uang Asia, pergerakan mata uang utama negara maju justru berlangsung bervariasi.

Euro Eropa tercatat menguat 0,10 persen terhadap dolar AS. Penguatan tipis juga dialami dolar Australia dan dolar Kanada yang masing-masing naik 0,01 persen. Sementara itu, franc Swiss terapresiasi 0,01 persen.

Sebaliknya, poundsterling Inggris mengalami pelemahan sebesar 0,03 persen terhadap dolar AS.

Investor Menunggu Data Inflasi dan Perdagangan

Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak relatif datar pada awal perdagangan. Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan dirilis pada Senin siang.

Data tersebut di antaranya berkaitan dengan inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

“Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/11/2026).

Selain perkembangan ekonomi dalam negeri, pergerakan harga minyak mentah dunia juga menjadi perhatian pasar.

Lukman menilai penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan berlangsungnya perundingan damai untuk mengakhiri perang Amerika Serikat dan Iran berpotensi memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Namun, kondisi pasar keuangan domestik masih menghadapi tekanan akibat aksi jual investor asing di pasar saham.

“Harga minyak mentah dunia yang turun seiring harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS-Iran dapat mendukung rupiah. Namun, sentimen domestik umumnya masih lemah akibat aksi jual investor asing di pasar ekuitas,” jelasnya.

Rupiah Diprediksi Bergerak di Kisaran Rp18.100–Rp18.200

Melihat berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan Senin (2/11/2026).

Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan data ekonomi domestik, terutama inflasi dan neraca perdagangan, serta dinamika pasar global yang berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #RupiahMelemah #KursRupiah #DolarAS #NilaiTukarRupiah #EkonomiIndonesia #Keuangan #BeritaEkonomi #JurnalPelopor
Previous Post

BSU 2026 Cair November–Desember, Ini Syarat Lengkapnya

Next Post

Lo Kheng Hong Panen Laba Besar 141,4 Persen dalam 9 Bulan

musa

musa

Related Posts

bsu
Nasional

BSU 2026 Cair November–Desember, Ini Syarat Lengkapnya

02/11/2026
longsor
Nasional

Longsor Terjang Banjarnegara, 10 Rumah dan Musala Terdampak

31/10/2026
Labfor Periksa Barang Bukti Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak
Nasional

Labfor Periksa Barang Bukti Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

30/10/2026
Polri Ungkap 20 Korporasi Tersangka Karhutla di Indonesia
Nasional

Polri Ungkap 20 Korporasi Tersangka Karhutla di Indonesia

30/10/2026
polda
Nasional

Polda Metro Minta Maaf Usai Jurnalis Dilarang Liput Demo

30/10/2026
gayo lues
Nasional

Tanggul Sungai Jebol, Banjir Bandang Kembali Terjang Gayo Lues

29/10/2026
Next Post
laba

Lo Kheng Hong Panen Laba Besar 141,4 Persen dalam 9 Bulan

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.