Jurnal Pelopor – Kinerja keuangan PT ABM Investama Tbk (ABMM), salah satu emiten dalam portofolio investor kawakan Lo Kheng Hong, mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$102,3 juta atau meningkat 141,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Peningkatan laba tersebut didorong oleh membaiknya kinerja operasional, terutama pada bisnis kontraktor pertambangan. Selain laba bersih, perusahaan juga mencatat pertumbuhan LTM Adjusted EBITDA sebesar 42,4 persen secara tahunan.
ABM Investama menyebutkan, pencapaian positif tersebut merupakan hasil dari optimalisasi kegiatan operasional serta penerapan pengendalian biaya secara disiplin di seluruh entitas anak perusahaan.
Pendapatan ABM Investama Tumbuh 4,7 Persen
Sepanjang periode Januari hingga September 2026 (9M26), ABM Investama mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar US$818,5 juta. Angka tersebut meningkat 4,7 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, LTM Adjusted EBITDA perusahaan mencapai US$399,9 juta atau tumbuh 42,4 persen secara tahunan. Adapun laba bersih tercatat sebesar US$102,3 juta dengan pertumbuhan mencapai 141,4 persen.
Peningkatan tersebut terutama ditopang oleh kontribusi bisnis kontraktor pertambangan yang menunjukkan perkembangan positif sepanjang periode berjalan.
Produktivitas Kontraktor Pertambangan Meningkat
Perbaikan kinerja operasional juga terlihat dari aktivitas bisnis kontraktor pertambangan ABM Investama.
Selama sembilan bulan pertama 2026, jumlah jam hujan di lokasi operasional bisnis kontraktor pertambangan tercatat lebih rendah 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut turut mendukung peningkatan produktivitas operasional perusahaan.
Pada kuartal III 2026, volume pemindahan lapisan tanah penutup (overburden removal) meningkat 27,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, volume produksi batu bara (coal getting) mengalami kenaikan sebesar 9,6 persen secara kuartalan.
Peningkatan berbagai indikator tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pencapaian target perusahaan untuk tahun buku 2026.
Optimistis Kinerja Positif Berlanjut pada Kuartal IV
Memasuki kuartal IV 2026, ABM Investama optimistis momentum positif pada bisnis kontraktor pertambangan masih dapat dipertahankan.
Optimisme tersebut didukung oleh kondisi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung di sebagian besar wilayah operasional perusahaan.
Direktur ABM Investama, Hans Manoe, mengatakan bahwa peningkatan kinerja sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini tidak terlepas dari penerapan keunggulan operasional (operational excellence), peningkatan keselamatan kerja secara berkelanjutan, serta disiplin pengendalian biaya di seluruh lini bisnis.
Menurutnya, perusahaan juga tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan dalam menjalankan kegiatan operasional.
“Bagi kami, keberhasilan adalah ketika pertumbuhan dan peningkatan nilai perusahaan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat luas dalam kerangka lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Hans dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (2/11/2026).
Dengan capaian laba bersih yang tumbuh 141,4 persen dan peningkatan produktivitas bisnis pertambangan, ABM Investama berharap dapat mempertahankan kinerja positif hingga akhir 2026.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






