Jurnal Pelopor – Banjir kembali melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (28/10/2026) sore setelah hujan deras menyebabkan tanggul sungai di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, jebol. Air sungai meluap hingga merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai lutut hingga dada orang dewasa. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir yang semakin meluas.
Bencana ini menambah beban masyarakat Gayo Lues yang masih berupaya memulihkan kondisi setelah banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu angin puting beliung yang merusak bagian atap Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammad Ali Kasim di Desa Sangir.
Tanggul Jebol, Air Sungai Rendam Permukiman Warga
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat hingga tanggul penahan di Desa Badak tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Akibatnya, air meluap dan masuk ke kawasan permukiman. Ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari lutut hingga dada orang dewasa, sehingga mengancam keselamatan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai.
Situasi tersebut membuat sebagian warga memilih meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. Kerusakan tanggul juga meningkatkan kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues telah bergerak untuk membantu masyarakat terdampak dan mendukung proses evakuasi.
Hingga laporan sementara diterbitkan, jumlah rumah yang terdampak, warga yang mengungsi, serta besaran kerugian material masih dalam pendataan petugas.
Puting Beliung Rusak Atap RSU Muhammad Ali Kasim
Cuaca ekstrem yang melanda Gayo Lues tidak hanya memicu banjir. Angin puting beliung juga dilaporkan terjadi di Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, dan menyebabkan kerusakan pada bagian atap RSU Muhammad Ali Kasim.
Staf Pusat Data dan Informasi BPBA, Haslinda Juwita, menyampaikan bahwa kerusakan rumah sakit tersebut merupakan dampak lain dari cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Gayo Lues.
Peristiwa ini menambah perhatian terhadap keselamatan masyarakat dan kondisi fasilitas umum di tengah cuaca buruk. Penanganan dampak bencana diperlukan agar aktivitas pelayanan dan kebutuhan warga tetap dapat diperhatikan.
Berdasarkan informasi BPBA yang diterima dari BPBD Gayo Lues pada Rabu (28/10/2026) pukul 18.20 WIB, air banjir dilaporkan masih belum surut. Saat laporan tersebut diterima, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun data resmi jumlah pengungsi.
Petugas Siaga 24 Jam, Banjir Susulan Diwaspadai
BPBD Gayo Lues bersama personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) dan TRC terus memantau perkembangan situasi. Kesiapsiagaan ditingkatkan selama 24 jam untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Petugas juga membantu warga terdampak serta memantau debit air sungai guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras masih berlangsung.
Warga juga diharapkan mengikuti arahan petugas apabila kondisi mengharuskan evakuasi. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko keselamatan jika air kembali naik atau meluas ke kawasan permukiman.
Luka Bencana 2025 Belum Pulih Sepenuhnya
Banjir terbaru di Gayo Lues kembali menjadi ujian bagi masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan setelah bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025.
Jebolnya tanggul dan munculnya cuaca ekstrem menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan debit air saat hujan deras.
Pendataan kerusakan, penanganan warga terdampak, serta pemantauan kondisi sungai menjadi langkah penting untuk menentukan kebutuhan penanganan selanjutnya.
Hingga laporan terakhir, petugas masih memantau situasi dan mengumpulkan data dampak bencana. Masyarakat diharapkan tetap waspada sambil mengikuti informasi resmi dari petugas kebencanaan setempat.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






