Jurnal Pelopor – Sebuah perahu bermesin tempel yang mengangkut 37 siswa SMAN 1 Pagai Utara Selatan (PUS) terbalik di perairan Selat Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026). Seluruh siswa berhasil diselamatkan setelah nelayan dan warga setempat memberikan pertolongan.
Peristiwa tersebut terjadi saat rombongan siswa pulang sekolah dari Dusun Berkat Baru, Pulau Pagai, menuju Dusun Sikakap, Kecamatan Sikakap. Perahu diduga terbalik karena kelebihan muatan ketika melintasi perairan tersebut.
Nelayan Sigap Menolong Puluhan Siswa
Kejadian itu sempat membuat para siswa berada dalam situasi berbahaya di tengah laut. Beruntung, sejumlah nelayan yang sedang melintas di sekitar lokasi segera memberikan bantuan bersama warga setempat.
Berkat pertolongan cepat tersebut, sebanyak 37 siswa yang berada di dalam perahu berhasil diselamatkan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini berdasarkan informasi yang tersedia.
Meski seluruh siswa selamat, sejumlah barang bawaan mereka, termasuk telepon seluler (ponsel), terendam air laut ketika perahu terbalik. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa kehilangan akses ke perangkat yang biasa digunakan untuk menunjang kegiatan belajar.
Sekolah Tetap Fasilitasi Ujian Siswa
Dampak kejadian tidak hanya dirasakan saat proses penyelamatan. Ponsel yang terendam juga menjadi kendala bagi siswa, terutama untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar dan ujian yang membutuhkan perangkat tersebut.
Pihak sekolah tetap berupaya agar kegiatan akademik para siswa tidak terganggu. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meminjamkan ponsel milik guru untuk membantu siswa mengikuti ujian.
Langkah tersebut memungkinkan siswa tetap menjalankan kewajiban akademik meskipun barang pribadi mereka terdampak insiden di laut.
Kelebihan Muatan Jadi Perhatian
Peristiwa terbaliknya perahu pengangkut 37 siswa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan transportasi laut, khususnya bagi pelajar yang setiap hari harus menyeberangi perairan untuk bersekolah.
Kapasitas angkut perahu, kondisi cuaca dan gelombang, serta ketersediaan perlengkapan keselamatan perlu menjadi perhatian dalam perjalanan laut. Penggunaan perahu melebihi kapasitas dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan penumpang.
Meski insiden di Selat Sikakap berakhir tanpa korban jiwa, keselamatan siswa tetap perlu menjadi prioritas agar perjalanan menuju maupun pulang dari sekolah dapat berlangsung dengan aman.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






