Jurnal Pelopor – Sebuah tongkang pengangkut batu bara menabrak kelotok yang sedang bersandar di tepi Sungai Barito, Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Insiden tersebut terjadi saat kabut asap mengganggu jarak pandang di perairan sungai. Detik-detik tabrakan bahkan terekam dalam video yang beredar dan memperlihatkan tongkang menghantam kelotok di pinggir sungai.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh penumpang kelotok berhasil naik ke daratan sebelum tabrakan terjadi.
Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di Sungai Barito
Sebelum kecelakaan terjadi, para penumpang kelotok memilih menambatkan perahu mereka di tepi Sungai Barito. Keputusan itu diambil karena kondisi kabut asap membuat jarak pandang di perairan terganggu.
Namun, situasi berubah ketika sebuah tongkang pengangkut batu bara yang melaju menuju wilayah Kalimantan Tengah mendekati lokasi tersebut.
Tongkang itu kemudian menghantam kelotok yang sedang bersandar di tepian sungai. Peristiwa tersebut sempat direkam menggunakan telepon genggam oleh salah seorang penumpang yang berada di lokasi.
Video kejadian itu pun beredar dan memperlihatkan momen ketika tongkang menabrak perahu kecil tersebut. Insiden ini menjadi perhatian karena kondisi kabut asap dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalur transportasi air.
Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Kapolsek Kuripan, Ipda Arif Muslim, membenarkan terjadinya tabrakan antara tongkang dan kelotok di wilayah Desa Jambu Baru.
Ia menjelaskan, lokasi kejadian berada di seberang kawasan permukiman, tetapi masih termasuk wilayah administratif Desa Jambu Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala.
Menurut Arif, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Kerusakan yang dialami kelotok juga tergolong ringan dan persoalan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Untuk korban luka tidak ada. Kerugian hanya kerusakan ringan pada kelotok dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban, tabrakan tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi cuaca dan jarak pandang perlu diperhatikan saat beraktivitas di jalur sungai.
Pengguna Jalur Sungai Perlu Waspada
Sungai Barito merupakan salah satu jalur transportasi air yang digunakan masyarakat maupun aktivitas pengangkutan barang. Karena itu, gangguan jarak pandang akibat kabut asap dapat meningkatkan risiko bagi perahu kecil maupun kapal berukuran besar.
Peristiwa di Desa Jambu Baru ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan ketika melintas di perairan dengan jarak pandang terbatas. Pengguna transportasi air perlu memperhatikan kondisi sekitar dan memastikan situasi cukup aman sebelum melanjutkan perjalanan.
Walaupun insiden kali ini hanya menyebabkan kerusakan ringan pada kelotok, kewaspadaan tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak berujung pada kecelakaan yang lebih serius.
Baca Juga:
Mesir Siap Tambah Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






