• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

IHSG Terjun ke Level 5.940, Seluruh Sektor Saham Tertekan

IHSG melemah 2,5% ke level 5.940 akibat tekanan global, penguatan dolar AS, arus modal asing, dan ketidakpastian geopolitik.

musa by musa
13/10/2026
in Nasional
0
IHSG Terjun ke Level 5.940, Seluruh Sektor Saham Tertekan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (12/10/2026). Indeks merosot 2,5% ke level 5.940 pada pukul 14.43 WIB, seiring pelemahan yang melanda seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analis menilai koreksi tersebut dipengaruhi kombinasi tekanan global, arus modal asing, dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Yield Obligasi AS dan Penguatan Dolar Menekan IHSG

Senior Market Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi faktor eksternal dan dinamika arus modal domestik. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang masih tinggi serta penguatan Indeks Dolar AS (DXY) mendorong tekanan terhadap aliran dana investor asing di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar.

“Aksi jual bersih oleh investor asing terpantau masih melanda saham-saham berkapitalisasi besar (big-cap),” ujar Nafan kepada Liputan6.com.

Selain itu, pergerakan harga komoditas global turut memengaruhi sentimen investor. Pelaku pasar juga cenderung menunggu rilis data ekonomi Amerika Serikat dan kejelasan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve. Ketidakpastian tersebut membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Konflik Timur Tengah Tambah Tekanan Pasar

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyoroti perkembangan geopolitik di Timur Tengah sebagai salah satu faktor yang membebani pasar saham. Ia menyebut konflik kembali memanas setelah kelompok Houthi menyerang Arab Saudi, disertai perkiraan keterlibatan Amerika Serikat dalam membantu Arab Saudi. Perkembangan tersebut menambah ketidakpastian yang dihadapi investor global.

Herditya juga mengatakan pelaku pasar menantikan rilis data inflasi China dan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026. Menurutnya, arah pergerakan IHSG masih berada dalam tren melemah atau downtrend. Ia menilai kewajaran koreksi perlu dilihat berdasarkan perkembangan pasar dan sentimen yang memengaruhinya.

Sebanyak 619 Saham Melemah

Tekanan pasar terlihat dari dominasi saham yang berakhir di zona merah. Berdasarkan data perdagangan yang dikutip Liputan6.com, sebanyak 619 saham melemah, sedangkan 112 saham menguat dan 61 saham tidak berubah. Pada sesi kedua, IHSG bergerak di rentang tertinggi 6.128 dan terendah 5.921,70.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.505.001 kali dengan volume perdagangan mencapai 52,3 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp9,7 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp17.898.

Seluruh Sektor Saham Berada di Zona Merah

Pelemahan terjadi di seluruh sektor saham. Sektor energi mencatat penurunan terdalam sebesar 5,11%, disusul sektor infrastruktur yang melemah 4,36% dan sektor industri sebesar 3,89%. Sektor bahan baku juga terkoreksi 3,18%, sedangkan sektor teknologi turun 2,66%.

Sektor konsumen siklikal melemah 2,57% dan transportasi turun 2,4%. Adapun sektor properti terkoreksi 1,58%, keuangan turun 1,16%, kesehatan melemah 1,05%, serta konsumen non-siklikal turun 0,98%. Pelemahan serentak tersebut menunjukkan luasnya tekanan yang terjadi di pasar saham pada perdagangan hari itu.

Analis Sarankan Investor Tetap Selektif

Menghadapi kondisi pasar yang bergejolak, Nafan menyebut strategi buy on weakness dapat dipertimbangkan secara bertahap pada saham berfundamental kuat yang mengalami koreksi harga. Strategi tersebut berarti membeli saham ketika harganya melemah, dengan tetap memperhatikan kualitas perusahaan dan risiko investasi. Ia juga menilai diversifikasi ke saham sektor defensif dengan rekam jejak pembagian dividen dapat menjadi salah satu pertimbangan.

Meski demikian, investor perlu menyesuaikan keputusan dengan profil risiko, tujuan investasi, dan kondisi keuangan masing-masing. Pergerakan IHSG selanjutnya akan turut dipengaruhi perkembangan geopolitik, data ekonomi global, nilai tukar rupiah, serta arus modal asing. Menurut Anda, apakah koreksi IHSG ini membuka peluang membeli saham berfundamental kuat, atau investor sebaiknya menunggu pasar lebih stabil?

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #IHSG #BursaEfekIndonesia #SahamIndonesia #Investasi #DolarAS #EkonomiGlobal #JurnalPelopor
Previous Post

Asian Para Games 2026, Indonesia Turunkan 103 Atlet di 12 Cabor

Next Post

Mengapa Karhutla Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?

musa

musa

Related Posts

karhutla
Nasional

Mengapa Karhutla Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?

13/10/2026
padang
Nasional

Polri dan Tim SAR Kerahkan 500 Personel Tangani Banjir Padang

12/10/2026
kabut asap
Nasional

Kabut Asap Karhutla Selimuti Jalan Banjar, Dua Mobil Hantam Truk

11/10/2026
Banjir Bandang Melanda Padang, 120 Rumah Warga Terendam
Nasional

Banjir Bandang Melanda Padang, 120 Rumah Warga Terendam

11/10/2026
gunung anak krakatau
Nasional

Gunung Anak Krakatau Meletus 2 Kali, Status Resmi Naik Siaga!

10/10/2026
700 personel
Nasional

700 Personel Sisir Kampung Ambon dan Boncos, Ini Hasilnya

10/10/2026
Next Post
karhutla

Mengapa Karhutla Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional?

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.