Jurnal Pelopor — Harga sejumlah komoditas pangan nasional masih bergerak fluktuatif pada awal Juli 2026. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 3 Juli 2026, beberapa kebutuhan pokok seperti bawang putih, daging sapi, dan sejumlah jenis beras mengalami kenaikan. Sebaliknya, harga cabai, bawang merah, hingga daging ayam mulai menunjukkan tren penurunan yang memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen.
Pergerakan harga tersebut mencerminkan masih adanya tekanan pada beberapa komoditas pangan strategis, meski secara umum kondisi pasokan dinilai tetap terkendali.
Bawang Putih Jadi Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas bawang putih ukuran sedang. Harga rata-rata nasional naik sekitar 0,92 persen atau Rp400 per kilogram, dari sebelumnya menjadi Rp44.100 per kilogram.
Kondisi ini menjadikan bawang putih sebagai salah satu bahan pangan yang masih mengalami tekanan harga di tengah mulai turunnya harga sejumlah komoditas hortikultura lainnya.
Selain bawang putih, harga daging sapi juga ikut meningkat. Daging sapi kualitas I kini dibanderol rata-rata Rp150.250 per kilogram, naik 0,17 persen, sedangkan daging sapi kualitas II mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni 0,32 persen, menjadi Rp141.500 per kilogram.
Harga Beras Masih Merangkak Naik
Kelompok komoditas beras juga masih mencatatkan kenaikan meski tidak terlalu signifikan.
Beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.700 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas medium II meningkat 0,31 persen menjadi Rp16.150 per kilogram, dan beras kualitas super I naik 0,28 persen menjadi Rp17.650 per kilogram.
Di sisi lain, harga beras kualitas medium I dan super II relatif stabil. Sementara beras kualitas bawah II justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp14.500 per kilogram.
Data PIHPS juga menunjukkan adanya perbedaan harga antarwilayah. Untuk beras kualitas bawah I, harga termurah tercatat di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp13.800 per kilogram. Sementara DI Yogyakarta dan Sulawesi Selatan masing-masing berada di angka Rp14.400 per kilogram, Jawa Timur sebesar Rp15.000 per kilogram, sedangkan Sumatera Utara dan Jawa Barat mencapai Rp15.150 per kilogram.
Harga Cabai dan Bawang Merah Turun Tajam
Berbeda dengan komoditas di atas, sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.
Bawang merah ukuran sedang turun 6 persen menjadi Rp47.800 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada berbagai jenis cabai.
Harga cabai merah besar turun 5,52 persen menjadi Rp50.500 per kilogram, cabai merah keriting turun 4,14 persen menjadi Rp50.900 per kilogram, cabai rawit hijau turun 3,96 persen menjadi Rp49.750 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mengalami penurunan paling besar, yakni 7,93 persen, menjadi Rp62.100 per kilogram.
Daging Ayam, Telur, dan Gula Ikut Melandai
Selain cabai dan bawang merah, beberapa komoditas pangan lainnya juga mengalami koreksi harga.
Harga daging ayam ras segar turun 1,21 persen menjadi Rp36.600 per kilogram. Telur ayam ras segar juga turun 1,35 persen menjadi Rp29.250 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir lokal turun tipis 0,26 persen menjadi Rp19.050 per kilogram, sedangkan gula pasir premium turun 0,25 persen menjadi Rp20.250 per kilogram.
Adapun harga minyak goreng curah maupun minyak goreng kemasan tercatat masih stabil dan belum mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
Fluktuasi harga berbagai komoditas pangan ini menjadi perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi, terutama menjelang meningkatnya permintaan masyarakat pada berbagai momentum nasional di paruh kedua tahun 2026.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






