Jurnal Pelopor – Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan pada Minggu (11/10/2026). Sebuah proyektil dilaporkan menghantam Terminal 4 hingga memicu kebakaran dan menambah kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan di kawasan tersebut.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah rangkaian serangan terhadap fasilitas bandara sejak awal Oktober 2026. Situasi tersebut turut berdampak pada operasional penerbangan, termasuk meningkatnya gangguan perjalanan bagi penumpang yang hendak menuju Arab Saudi.
Terminal Bandara Riyadh Kembali Terbakar
Otoritas Arab Saudi mengonfirmasi bahwa proyektil menghantam Terminal 4 Bandara King Khalid pada Minggu. Petugas segera dikerahkan untuk menangani kebakaran sekaligus memeriksa kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas bandara.
Serangan ini menambah daftar insiden yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, pada Kamis (8/10/2026), bandara tersebut dilaporkan mengalami dua serangan, salah satunya mengenai pesawat milik maskapai Saudia yang berada di darat.
Menurut keterangan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), insiden pada hari itu menewaskan tiga warga negara Arab Saudi dan menyebabkan sejumlah orang dari berbagai kewarganegaraan mengalami luka-luka.
Kelompok Houthi kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan menggunakan rudal balistik dan menyebut bandara di Riyadh sebagai salah satu sasaran.
Serangan Berulang Picu Kekhawatiran Keselamatan
Situasi semakin memprihatinkan setelah serangan kembali terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Berdasarkan laporan yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, rudal menghantam kompleks terminal bandara dan menyebabkan sedikitnya 12 orang meninggal dunia serta lebih dari 300 orang terluka.
Korban meninggal dilaporkan terdiri dari empat warga Arab Saudi dan delapan warga negara asing. Sejumlah korban luka juga disebut berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu, serangan pada Minggu kembali memicu kebakaran di Terminal 4. Hingga laporan tersebut diterbitkan, otoritas belum mengumumkan jumlah pasti korban luka akibat insiden terbaru.
Rentetan serangan ini membuat keamanan bandara menjadi perhatian utama. Pemeriksaan terhadap fasilitas dan kondisi operasional diperlukan untuk memastikan apakah penerbangan dapat berlangsung dengan aman.
Ratusan Penerbangan ke Arab Saudi Terdampak
Gangguan keamanan di Riyadh turut memengaruhi perjalanan udara menuju Arab Saudi. Sejumlah maskapai dilaporkan menghentikan penerbangan ke ibu kota negara tersebut dengan mempertimbangkan risiko keselamatan.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan perubahan jadwal, penundaan, hingga pembatalan perjalanan bagi penumpang yang memiliki tujuan ke Riyadh. Penumpang transit juga dapat terkena dampak apabila penerbangan lanjutan mengalami perubahan.
Meski demikian, jumlah pasti penerbangan yang dibatalkan atau dialihkan belum dirinci dalam laporan yang tersedia. Karena itu, penumpang perlu memastikan status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Penumpang Diminta Memantau Informasi Terbaru
Situasi keamanan yang belum stabil membuat calon penumpang perlu lebih cermat dalam merencanakan perjalanan ke Arab Saudi. Informasi resmi dari maskapai, pengelola bandara, dan otoritas penerbangan menjadi acuan penting untuk mengetahui perubahan jadwal maupun ketentuan perjalanan.
Bagi penumpang yang hendak menuju Riyadh, pemeriksaan status penerbangan sebelum keberangkatan dapat membantu menghindari kendala di perjalanan.
Rentetan serangan terhadap Bandara King Khalid menunjukkan bahwa gangguan keamanan tidak hanya berdampak pada fasilitas transportasi, tetapi juga dapat memengaruhi mobilitas masyarakat dan konektivitas penerbangan internasional.
Baca Juga:
Mesir Siap Tambah Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:





