Jurnal Pelopor – Serangan udara dilaporkan kembali terjadi di Yaman. Media yang dikelola kelompok Houthi menyebut Arab Saudi menyerang wilayah Taiz dan menewaskan sedikitnya tujuh orang. Serangan tersebut disebut terjadi di sebuah pasar di pusat Kota Taiz, Yaman, pada Minggu (27/9/2026). Selain korban tewas, sekitar 40 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Dilansir AFP, laporan serangan muncul beberapa menit setelah adanya informasi mengenai jet tempur Saudi yang menargetkan kawasan tersebut. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada keterangan independen yang memastikan jumlah korban maupun rincian serangan.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Situasi di Yaman kembali memburuk setelah sebelumnya relatif lebih tenang selama beberapa tahun. Pertempuran dilaporkan kembali meningkat sejak Juli 2026. Eskalasi kemudian semakin besar pada September ketika kelompok Houthi melancarkan serangan dan menguasai sejumlah wilayah di pesisir Laut Merah.
Houthi juga dilaporkan menguasai kawasan strategis di sekitar Selat Bab al-Mandab. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Di sisi lain, Houthi disebut memberlakukan blokade terhadap ekspor energi Arab Saudi. Kondisi tersebut terjadi ketika aktivitas pelayaran di kawasan juga terdampak konflik yang melibatkan Iran.
Saudi Cegat Drone Houthi
Sehari sebelum serangan di Taiz, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua pesawat nirawak atau drone milik Houthi yang bergerak menuju Riyadh. Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah sekolah di Riyadh juga mengumumkan pembelajaran jarak jauh selama satu pekan. Informasi tersebut disampaikan kepada orangtua siswa melalui surat elektronik.
Taiz sendiri merupakan salah satu kota besar Yaman yang berada di bawah kendali pemerintah yang diakui secara internasional. Wilayah tersebut kini menjadi salah satu titik pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi.
Houthi Klaim 27 Serangan
Juru bicara Houthi Yahya Saree sebelumnya mengklaim angkatan udara Arab Saudi melancarkan 27 serangan pada Sabtu (26/9/2026). Menurut klaim tersebut, serangan menyasar sejumlah provinsi, yakni Taiz, Marib, Saada, Amran, Ibb, dan Hajjah.
Konflik Yaman sendiri telah berlangsung sejak 2014. Saat itu, Houthi merebut Sanaa dari pemerintahan yang mendapat dukungan Arab Saudi. Sejak itu, perang berkepanjangan membuat wilayah Yaman terpecah antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Saudi.
Eskalasi terbaru menunjukkan bahwa ketegangan di Yaman kembali meningkat setelah periode konflik yang relatif lebih tenang. Perkembangan selanjutnya masih bergantung pada dinamika pertempuran dan langkah para pihak yang terlibat.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






