Jurnal Pelopor – Sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan untuk menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Petugas melakukan evakuasi warga, mendirikan posko darurat, hingga menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Berdasarkan keterangan Polri pada Minggu (11/10/2026), seluruh warga di kawasan terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa korban jiwa.
500 Personel Diterjunkan ke Sejumlah Titik
Personel yang terlibat berasal dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta Bhayangkara (Ditsabhara), Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas. Mereka disebar ke sejumlah lokasi terdampak, termasuk Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Pengerahan personel tersebut bertujuan mempercepat evakuasi sekaligus memastikan keselamatan warga.
Rumah Warga yang Ditinggalkan Tetap Dijaga
Selain mengevakuasi warga, petugas turut menjaga rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya untuk mengungsi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan selama warga berada di tempat pengungsian. Petugas juga mendirikan posko kesehatan dan posko SAR guna mendukung pelayanan medis serta penanganan kondisi darurat.
Bantuan Kesehatan dan Logistik Disalurkan
Polri turut menyalurkan pakaian kepada anak-anak dan warga yang terdampak banjir. Pelayanan kesehatan serta bantuan logistik juga diberikan kepada para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat selama proses penanganan bencana berlangsung.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa Polri terus membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan menjaga keamanan lingkungan warga terdampak.
“Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah keselamatan masyarakat. Polri hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan memastikan keamanan lingkungan warga terdampak,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Warga Diminta Waspadai Hujan Susulan
Trunoyudo juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan selama penanganan banjir berlangsung. Ia meminta warga mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan diri dan keluarga. Selain itu, Polri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur terkait untuk mendukung penanganan darurat hingga kondisi kembali aman.
Penanganan banjir tidak hanya berfokus pada evakuasi, tetapi juga mencakup perlindungan lingkungan, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan pengungsi. Meski seluruh warga di lokasi terdampak dilaporkan berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa, kewaspadaan tetap diperlukan selama potensi cuaca buruk masih ada. Menurut Anda, langkah apa yang paling penting dilakukan untuk melindungi warga ketika banjir melanda permukiman?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







