Jurnal Pelopor – Upaya mengusulkan Raden Mas Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto, sebagai Pahlawan Nasional terus dilakukan. Tim pengusul kini memperkuat bukti sejarah dengan menelusuri arsip hingga ke Belanda.
Persiapan Pengusulan Sudah Lebih dari 1,5 Tahun
Yayasan Serulingmas bersama tim akademisi telah mempersiapkan dokumen pengusulan RM Margono selama lebih dari 1,5 tahun. Ketua Umum Serulingmas Wisnu Suhardono mengatakan berbagai bukti sejarah mengenai perjalanan hidup dan kontribusi RM Margono terus dikumpulkan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan dokumen pengusulan memiliki dasar sejarah yang kuat.
RM Margono Djojohadikusumo lahir di Purwokerto, Banyumas, pada 16 Mei 1894 dan meninggal dunia di Jakarta pada 25 Juli 1978. Kegiatan doa bersama di makam RM Margono di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, juga menjadi bagian dari rangkaian upaya pengusulan tersebut.
Tim Akan Telusuri Arsip di Belanda
Untuk melengkapi dokumentasi sejarah, tim pengusul berencana datang langsung ke Belanda. Penelusuran tersebut ditujukan untuk mencari dokumen yang berkaitan dengan perjalanan RM Margono ketika menjalankan tugas profesional di Belanda.
Menurut Wisnu, arsip dari luar negeri diperlukan untuk memperkuat sekaligus memvalidasi informasi mengenai perjalanan hidup RM Margono.
“Termasuk tim juga akan datang ke Belanda selama almarhum bekerja di Belanda.”
Dengan penelusuran tersebut, tim berharap riwayat RM Margono dapat didokumentasikan secara lebih lengkap, tidak hanya berdasarkan sumber yang tersedia di Indonesia.
Gandeng Akademisi untuk Perkuat Kajian
Pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak hanya dilakukan dengan mengumpulkan dokumen sejarah. Tim juga menggandeng akademisi untuk mengkaji perjalanan hidup dan kontribusi RM Margono secara lebih mendalam.
Yayasan Serulingmas bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam memperkuat naskah akademik pengusulan.
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ibnu Qizam, mengatakan penelitian tersebut akan melibatkan dua kelompok kerja, yakni tim peneliti dan tim kajian akademis.
Pembagian tersebut dilakukan agar berbagai aspek mengenai RM Margono dapat dikaji secara menyeluruh, mulai dari perjalanan hidup, pemikiran, hingga kontribusinya bagi Indonesia.
Riwayat RM Margono Dikaji Secara Menyeluruh
Menurut Ibnu, perjalanan sejarah RM Margono perlu dilihat secara utuh dan berkesinambungan. Karena itu, proses penelitian tidak hanya diarahkan untuk mencari bukti yang mendukung pengusulan, tetapi juga menyusun dokumentasi sejarah berdasarkan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penelusuran arsip di Belanda menjadi salah satu bagian penting dari proses tersebut. Arsip tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai aktivitas RM Margono pada masa sebelum dan sesudah Indonesia merdeka.
Kakek Presiden Prabowo
RM Margono Djojohadikusumo merupakan kakek dari Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto. Selain hubungan keluarganya dengan kepala negara, nama RM Margono juga dikenal dalam sejarah ekonomi Indonesia. Ia merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran dalam pembentukan fondasi lembaga keuangan nasional dan dikenal sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Namun, untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, kontribusi seorang tokoh harus didukung oleh kajian sejarah dan bukti yang memadai. Karena itu, tim pengusul masih terus melengkapi dokumen sebelum proses pengusulan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.
Intinya, pengusulan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional masih berada dalam tahap penguatan kajian dan bukti sejarah. Penelusuran arsip hingga Belanda menjadi langkah untuk memastikan rekam jejak dan kontribusinya dapat dibuktikan secara lebih komprehensif.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







