• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Science

Sungai Mara Jadi Medan Hidup-Mati Jutaan Hewan Afrika

Great Migration membawa jutaan hewan melintasi Afrika Timur, menghadapi predator, arus deras, kelelahan, hingga kematian.

musa by musa
25/08/2026
in Science
0
hewan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Jutaan hewan saat ini tengah menjalani salah satu perjalanan paling ekstrem di dunia. Setiap tahun, kawanan besar hewan bermigrasi melintasi Afrika Timur untuk mencari sumber makanan dan air.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari Great Migration, fenomena migrasi satwa terbesar yang berlangsung antara Tanzania dan Kenya. Salah satu tantangan paling mematikan dalam perjalanan itu adalah ketika kawanan harus menyeberangi Sungai Mara.

Jutaan Hewan Menempuh Perjalanan Panjang

Setiap musim kemarau, sekitar 2 juta hewan bergerak mengikuti ketersediaan rumput dan air. Kawanan tersebut terdiri dari berbagai jenis satwa, termasuk wildebeest, zebra, dan kijang.

Mereka bergerak dari kawasan Serengeti di Tanzania menuju wilayah Maasai Mara di Kenya sebelum kembali mengikuti siklus migrasi. Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan habitat. Para hewan harus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari predator, kelaparan, kelelahan hingga arus sungai.

Sungai Mara Jadi Salah Satu Rintangan Paling Mematikan

Salah satu titik paling berbahaya berada di Sungai Mara. Sungai tersebut membentang sekitar 395 kilometer dan melewati kawasan padang rumput dengan sejumlah tebing curam. Kondisi ini membuat kawanan hewan hanya dapat menyeberang melalui titik-titik tertentu.

Di dalam air, predator telah menunggu. Buaya Nil menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kawanan yang turun ke sungai. Hewan-hewan tersebut harus mempertaruhkan nyawa setiap kali memasuki air.

Ribuan Hewan Menyeberang Secara Bersamaan

Menariknya, kawanan biasanya tidak langsung menyeberang ketika tiba di tepi sungai. Mereka dapat berkumpul selama berjam-jam. Sebagian terlihat maju, kemudian kembali mundur. Kawanan seolah menunggu hingga ada satu hewan yang terlebih dahulu mengambil risiko.

Begitu seekor hewan mulai masuk ke sungai, ribuan lainnya dapat mengikuti secara bersamaan. Dalam hitungan detik, sungai berubah menjadi arena penuh kepanikan. Hewan-hewan berdesakan mencari jalan keluar sementara arus sungai dan predator mengancam dari berbagai arah.

Buaya Nil Mengincar Mangsa

Di dalam air, buaya Nil menunggu kesempatan untuk menyerang. Predator tersebut dapat menyergap hewan yang sedang menyeberang dan menyeretnya ke dalam air. Dalam sejumlah kasus, mangsa dapat menjadi sasaran lebih dari satu predator. Bagi kawanan, tidak ada pilihan selain terus bergerak menuju sisi sungai yang lain.

Ratusan Ribu Hewan Mati Setiap Tahun

Perjalanan Great Migration memiliki konsekuensi besar bagi populasi satwa. Diperkirakan sekitar 250.000 hewan mati setiap tahun selama siklus migrasi. Penyebabnya bukan hanya serangan predator, tetapi juga tenggelam, kelelahan, kelaparan, dan berbagai kondisi alam lainnya. Namun, kematian tersebut merupakan bagian dari siklus alami ekosistem.

Pada saat yang sama, ratusan ribu anak hewan lahir setiap tahun ketika kawanan berada di kawasan Serengeti. Siklus kelahiran dan kematian tersebut membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem Afrika Timur.

Kini Bisa Disaksikan Secara Langsung

Fenomena tersebut kini tidak hanya dapat disaksikan wisatawan yang datang langsung ke Afrika. Organisasi Africam memasang kamera di salah satu titik penyeberangan Sungai Mara. Kamera tersebut memungkinkan masyarakat menyaksikan aktivitas satwa melalui siaran langsung internet.

Penonton dapat melihat kawanan datang ke tepian sungai, menunggu sebelum menyeberang hingga menghadapi berbagai ancaman ketika berada di dalam air.

Ada Adegan Dramatis dalam Siaran

Siaran langsung tersebut juga dapat memperlihatkan berbagai peristiwa yang terjadi secara alami tanpa penyuntingan.

Beberapa rekaman menampilkan buaya yang menyerang kawanan zebra ketika menyeberang. Ada pula gajah yang melintasi sungai pada malam hari hingga kawanan kuda nil yang terlihat beraktivitas di sekitar tepian sungai.

Karena merupakan siaran kehidupan liar secara langsung, penonton juga berpotensi menyaksikan adegan predator memangsa satwa lain.

Great Migration pada akhirnya bukan sekadar tontonan tentang ribuan hewan yang berpindah tempat. Fenomena ini menunjukkan kerasnya hukum alam sekaligus bagaimana siklus kehidupan, kematian, dan kelahiran menjaga keseimbangan salah satu ekosistem terbesar di dunia.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #GreatMigration #SungaiMara #Serengeti #MaasaiMara #SatwaLiar #Wildlife #Afrika #MigrasiSatwa #Hewan #FaktaDunia
Previous Post

Tradisi 134 Tahun Liverpool Terancam Berakhir

Next Post

Kakek Prabowo, Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

musa

musa

Related Posts

sawit
Science

Tyto Alba, Predator Alami yang Jadi Andalan Perkebunan Sawit

25/08/2026
bosan
Science

Anak Bosan? Jangan Selalu Dicarikan Aktivitas, Ini Alasannya

24/08/2026
remaja
Science

Pakar Ingatkan Risiko Remaja Terlalu Bergantung pada AI

05/08/2026
persahabatan
Science

5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Persahabatan Makin Kuat

07/07/2026
greenland
Science

Ternyata Ini Penyebab Greenland Tak Diakui Sebagai Benua

22/06/2026
egg freezing
Science

Usia Jadi Kunci, Ini Peluang Keberhasilan Egg Freezing

01/06/2026
Next Post
pahlawan

Kakek Prabowo, Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.