Jurnal Pelopor – Seorang anak sekolah dasar (SD) berusia 8 tahun menjadi korban serangan anjing pitbull di Kompleks Grand Cendana Residence, Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (23/8/2026) sore. Korban mengalami luka pada bagian kepala dan telinga setelah digigit anjing peliharaan yang lepas dari patok pengikat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di luar rumah dan bermain di sekitar kompleks. Warga kemudian dikejutkan oleh suara tangisan dan teriakan korban.
Anjing Lepas dari Patok
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi mengatakan, kejadian bermula ketika anjing pitbull milik warga sedang dijemur dengan kondisi terikat.
Namun, anjing tersebut kemudian terlepas dari patok pengikatnya. Setelah bebas, anjing masuk ke area kompleks dan menyerang korban yang sedang bermain di luar rumah.
“Anjingnya sedang dijemur terlepas dari patok pengikat kemudian masuk ke dalam komplek dan menyerang anak yang sedang bermain di luar rumah korban,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).
Warga yang mendengar korban berteriak dan menangis langsung mendatangi lokasi. Saat ditemukan, korban masih berada dalam serangan anjing tersebut.
Korban Dilarikan ke Rumah Sakit
Korban kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Orang tua korban bersama pemilik anjing membawa anak tersebut ke Rumah Sakit Welas Asih, Kabupaten Bandung.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup serius, terutama di bagian kepala dan telinga. Hingga Senin (24/8), korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Luka pada bagian kepala dan telinga, untuk korban masih dirawat di rumah sakit Welas Asih,” kata Asep.
Selain mendapat penanganan dokter, korban juga direncanakan mendapatkan vaksin dari Puskesmas Ciparay. Petugas disebut telah mengambil vaksin tersebut untuk kebutuhan penanganan korban.
Warga Minta Kejadian Tak Terulang
Peristiwa ini membuat warga di lingkungan kompleks ikut khawatir, terutama karena kawasan tersebut banyak dihuni keluarga yang memiliki anak-anak.
Sejumlah warga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Mereka juga meminta aparat setempat menindaklanjuti insiden tersebut dan memastikan keamanan lingkungan, termasuk terkait cara pemilik memelihara serta mengamankan anjing yang memiliki potensi membahayakan warga.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan dan mendapat penanganan medis. Warga pun berharap kondisi anak tersebut segera membaik dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







