• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home daerah

Tak Mampu Beli Seragam, Kepsek SMPN 18 Malang Tampar Siswa

Siswa SMPN 18 Malang diduga mengalami kekerasan saat sapa pagi setelah mengenakan seragam batik karena belum mampu membeli lurik.

musa by musa
25/09/2026
in daerah
0
seragam
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kegiatan sapa pagi di SMPN 18 Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 24 September 2026, justru berujung dugaan tindakan kekerasan terhadap sejumlah siswa. Kepala sekolah setempat, Moh. Amrozi Hamidi, S.Pd., MM, disebut diduga menampar dan memukul siswa yang tidak mengenakan seragam lurik pada hari tersebut.

Peristiwa itu menjadi sorotan karena sejumlah siswa diketahui tidak memakai seragam lurik bukan karena sengaja melanggar aturan sekolah, melainkan karena mengaku belum mampu membeli seragam tersebut. Mereka kemudian mengenakan seragam batik sebagai alternatif.

Siswa Dibawa ke UKS

Salah satu siswa berinisial P disebut mengalami kondisi syok setelah diduga mendapat perlakuan fisik saat kegiatan berlangsung.

Menurut keterangannya, P mengaku kepalanya dipukul sebanyak dua kali dan telinganya dijewer. Setelah kejadian tersebut, siswa itu disebut dibawa ke ruang UKS dalam kondisi pucat dan mengalami demam.

“Dipukul kepala dua kali dan dijewer telinga, sakit,” ujar P dengan suara lirih.

Keterangan tersebut menjadi perhatian karena peristiwa diduga terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat siswa mendapatkan pendidikan sekaligus rasa aman.

Dipersoalkan Karena Seragam Lurik

Persoalan bermula ketika sejumlah siswa tidak mengenakan seragam lurik yang ditentukan untuk dikenakan pada Kamis.

Pihak yang menyampaikan informasi tersebut menyebut para siswa berasal dari keluarga kurang mampu sehingga belum bisa membeli seragam lurik. Mereka kemudian memilih menggunakan batik yang sudah dimiliki.

Kondisi ekonomi keluarga siswa pun menjadi salah satu hal yang dipertanyakan dalam peristiwa ini. Sebab, kemampuan setiap orang tua untuk memenuhi kebutuhan sekolah tentu berbeda-beda.

Peristiwa tersebut kemudian memunculkan sorotan mengenai bagaimana aturan seragam seharusnya diterapkan dengan tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing siswa.

Orang Tua Berencana Menuntut

Kabar dugaan kekerasan tersebut juga membuat orang tua siswa bereaksi. Salah satu orang tua disebut berencana menuntut kepala sekolah atas perlakuan yang dialami anaknya.

Orang tua tersebut juga mengaku masih terdapat siswa lain yang diduga mendapat perlakuan serupa, bahkan disebut lebih parah. Namun, informasi mengenai dugaan korban lainnya tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.

Ia berharap kepala sekolah sebagai pimpinan sekolah dapat memberikan perlindungan dan pembinaan kepada siswa, bukan melakukan tindakan fisik.

Dinas Pendidikan Didesak Turun Tangan

Hingga informasi ini disampaikan, Kepala SMPN 18 Kota Malang, Moh. Amrozi Hamidi, belum memberikan keterangan terkait dugaan pemukulan tersebut.

Dinas Pendidikan Kota Malang juga didesak untuk turun tangan dan melakukan klarifikasi mengenai kejadian yang menjadi perhatian tersebut.

Penyelesaian persoalan diharapkan dapat dilakukan secara terbuka dengan mendengarkan keterangan dari siswa, orang tua, pihak sekolah, serta pihak terkait lainnya.

Jika dugaan kekerasan terhadap siswa benar terjadi, penanganan sesuai aturan menjadi penting agar lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #JurnalPelopor #SMPN18Malang #Malang #BeritaMalang #KekerasanSekolah #SiswaSMP #SeragamSekolah #BeritaTerkini
Previous Post

Pernah Hampir Punah, Karure Kini Jadi Bird of the Year 2026

musa

musa

Related Posts

ricuh
daerah

Hajatan di Demak Ricuh Gara-Gara Aksi Saweran di Panggung

24/09/2026
palang
daerah

Nekat Terobos Palang, Kurir ShopeeFood Terserempet Kereta

24/09/2026
beruntun
daerah

Kecelakaan Beruntun di Bangkalan 1 Tewas dan 5 Luka-luka

23/09/2026
rem blong
daerah

Truk Rem Blong Tabrak Hajatan di Lumajang, 1 Orang Tewas

18/09/2026
ledakan
daerah

Ledakan di Pabrik Blescon Lamongan, 7 Pekerja Jadi Korban

17/09/2026
pabrik sepatu
daerah

Pabrik Sepatu di Mojokerto Terbakar, 6 Mobil Damkar Dikerahkan

17/09/2026
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.