Jurnal Pelopor – Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru selama berjam-jam memicu banjir lahar dingin di sejumlah aliran sungai di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi. Derasnya aliran lahar dilaporkan menerjang kawasan Sungai Besuk Kobokan, Kali Lanang, hingga Sungai Glidik Permalu di Kecamatan Tempursari.
Bahkan, di beberapa titik, aliran banjir lahar dilaporkan mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar lima meter. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
Banjir Lahar Terdeteksi Seismograf
Banjir lahar terpantau mengalir di Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo. Aktivitas tersebut juga terekam oleh alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) agar selalu waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu.
“Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar DAS waspada saat terjadi banjir lahar,” ujar Yudhi Cahyono kepada detikJatim, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, laporan warga melalui media sosial turut memperlihatkan kondisi banjir lahar di kawasan Tempursari. Dalam unggahan akun Threads @mariayollanda_ sekitar pukul 06.37 WIB, aliran lahar disebut telah mendekati kawasan perumahan warga.
Jarak aliran bahkan dilaporkan hanya sekitar lima meter dari permukiman. Warga juga menyebut kondisi jalan di sekitar lokasi sudah tidak terlihat akibat derasnya aliran air bercampur material vulkanik.
Tanggul Jebol, Warga Diminta Menjauh dari Aliran Sungai
Selain di kawasan Pronojiwo, banjir lahar juga dilaporkan berdampak di Desa Purworejo, Dusun Pasir Rejo, Kecamatan Tempursari. Hujan berintensitas tinggi selama sekitar enam jam disebut memicu peningkatan debit air hingga menyebabkan tanggul jebol.
Situasi tersebut menambah kewaspadaan masyarakat terhadap potensi meluasnya aliran lahar, khususnya di wilayah yang berada dekat dengan jalur sungai berhulu Gunung Semeru.
Hingga Senin (2/11/2026), status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar. Selain itu, warga juga diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dari petugas dan segera menjauh apabila terjadi peningkatan debit air maupun aliran material vulkanik.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







