Jurnal Pelopor – Tanggul penahan Sungai Cikalintu di kawasan Jalan Siliwangi Dalam, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, jebol setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (30/10/2026) malam. Akibat kejadian ini, puluhan rumah warga terendam banjir dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut terjadi ketika debit air Sungai Cikalintu meningkat akibat hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak Jumat sore hingga malam. Derasnya arus air yang menerjang permukiman membuat air masuk ke dalam rumah warga dan merusak sejumlah perabotan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 34 rumah yang dihuni 112 jiwa di Jalan Siliwangi Dalam IV terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Tiga Rumah Mengalami Kerusakan
Salah satu warga terdampak adalah Lina, Sekretaris RW 01 Kelurahan Cipaganti. Ia mengatakan, air mulai menerjang rumahnya sekitar pukul 19.30 WIB ketika kondisi sungai sedang meluap.
Ketinggian air yang masuk ke rumahnya mencapai lutut orang dewasa. Hempasan arus sungai juga menyebabkan sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan.
Lina mengaku sempat menyelamatkan dokumen penting sebelum air semakin tinggi. Namun, sejumlah barang berharga seperti kasur, lemari, dan kulkas tidak sempat diselamatkan karena derasnya aliran air.
Saat kejadian, Lina bersama tujuh anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya untuk menghindari risiko yang lebih besar.
Warga Bersihkan Sisa Banjir
Sehari setelah kejadian, Sabtu (31/10/2026), warga masih bergotong royong membersihkan lumpur dan sisa material banjir yang masuk ke rumah-rumah mereka.
Untuk mengantisipasi luapan susulan, warga juga memasang karung berisi pasir sebagai tanggul sementara di sekitar lokasi tanggul yang jebol.
Bantuan bagi warga terdampak mulai berdatangan. Meski demikian, masyarakat masih khawatir apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut karena tanggul belum sepenuhnya diperbaiki.
Lina berharap proses perbaikan tanggul Sungai Cikalintu segera diselesaikan agar permukiman warga kembali aman dan kejadian serupa tidak terulang.
Ia juga berharap penanganan dilakukan secepatnya, mengingat kawasan tersebut berpotensi kembali diterjang banjir apabila debit air sungai meningkat saat hujan turun.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







