Jurnal Pelopor – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara aktivitas wisata pendakian Gunung Semeru menuju Ranu Kumbolo. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan jalur pendakian Semeru, tepatnya di Blok Ranu Kembang.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan tersebut hanya berlaku untuk aktivitas pendakian Gunung Semeru menuju Ranu Kumbolo.
Sementara itu, wisata Ranu Regulo yang berada di Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, masih dapat dikunjungi.
“Kegiatan wisata ke Ranu Regulo tetap bisa dilakukan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” kata Rudi melalui keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).
Akses Lumajang-Malang Tetap Dibuka
Selain Ranu Regulo, akses transportasi dari Lumajang menuju Malang melalui kawasan Ranupane juga masih dapat digunakan masyarakat.
Rudi memastikan jalur Malang-Lumajang maupun sebaliknya melalui Poncokusumo tetap terbuka.
“Akses transportasi Malang-Lumajang maupun sebaliknya lewat Poncokusumo tetap dapat dilalui,” ujarnya.
Dengan demikian, penutupan tidak berlaku untuk seluruh kawasan TNBTS. Pembatasan secara khusus diberlakukan terhadap aktivitas pendakian Gunung Semeru menuju Ranu Kumbolo karena petugas masih melakukan penanganan kebakaran.
Penutupan Belum Ditentukan
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kapan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo akan kembali dibuka.
Menurut Rudi, penutupan dilakukan untuk memberikan ruang kepada petugas agar dapat melakukan proses pemadaman api dengan lebih leluasa sekaligus memastikan kondisi kawasan tetap aman.
Petugas TNBTS juga masih melakukan evakuasi terhadap pengunjung yang sebelumnya berada di kawasan tersebut.
Sebanyak 170 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo sebelumnya dipastikan dalam proses evakuasi akibat kondisi kebakaran di sekitar jalur pendakian.
Pendaki Bisa Refund atau Reschedule
Bagi wisatawan yang telah membeli tiket pendakian sebelum penutupan, TNBTS memberikan opsi untuk melakukan pengembalian dana maupun penjadwalan ulang.
Pengunjung dapat mengajukan refund atau reschedule setelah kegiatan pendakian kembali dibuka.
“Bagi pengunjung yang sudah membeli tiket bisa mengajukan refund atau reschedule setelah kegiatan pendakian dibuka kembali,” kata Rudi.
Kebijakan tersebut diberikan karena penutupan dilakukan demi alasan keselamatan serta mendukung proses penanganan kebakaran di kawasan Gunung Semeru.
Ranu Regulo Masih Bisa Menjadi Pilihan
Di tengah penutupan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo, wisatawan yang ingin menikmati suasana alam kawasan Ranupane masih memiliki alternatif berupa Ranu Regulo.
Kawasan tersebut tetap dibuka dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pengelola TNBTS.
Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan perkembangan informasi resmi dari TNBTS, mengingat kondisi kebakaran di kawasan sekitar Semeru masih dalam penanganan.
Untuk sementara, pendakian menuju Ranu Kumbolo ditutup, sedangkan Ranu Regulo tetap dibuka. Akses transportasi Malang-Lumajang melalui Poncokusumo juga masih dapat dilalui.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







