• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Lifestyle Health

Ngeri, Produk Herbal Ini Bisa Picu Stroke dan Kerusakan Ginjal

BPOM menemukan 22 kopi dan suplemen berbahaya yang berisiko memicu stroke, ginjal rusak hingga kematian mendadak.

musa by musa
23/05/2026
in Health
0
bpom
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor —  Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM kembali mengungkap temuan mengejutkan terkait peredaran obat herbal dan suplemen berbahaya di Indonesia. Sebanyak 22 produk obat bahan alam (OBA), mulai dari kopi stamina, madu, suplemen pria, hingga obat pegal linu, terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya yang dapat memicu stroke, kerusakan ginjal, perdarahan lambung, sampai kematian mendadak.

Temuan tersebut merupakan hasil pengawasan BPOM selama periode Maret 2026. Dari total 22 produk yang ditemukan, sebanyak 10 produk diketahui memiliki nomor izin edar resmi, sedangkan 12 lainnya ilegal karena tidak memiliki izin edar atau memakai nomor izin palsu.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan produk-produk tersebut diproduksi oleh pihak yang tidak teridentifikasi atau menggunakan identitas produsen fiktif untuk mengelabui masyarakat.

Produk Stamina Pria Paling Banyak Ditemukan

Sebagian besar produk yang ditemukan BPOM merupakan produk peningkat stamina pria. Sedikitnya ada 13 produk yang mengandung zat kimia seperti sildenafil, tadalafil, nortadalafil, hingga metil testosteron.

Zat-zat tersebut sebenarnya termasuk obat keras yang hanya boleh digunakan di bawah pengawasan dokter. Sildenafil dan tadalafil sendiri dikenal sebagai obat disfungsi ereksi yang bisa berdampak serius jika dikonsumsi sembarangan.

BPOM mengingatkan penggunaan tanpa pengawasan dapat memicu gangguan jantung, stroke, hingga kematian mendadak, terutama pada orang dengan riwayat penyakit tertentu.

Selain itu, beberapa produk pegal linu juga ditemukan mengandung deksametason, prednisolon, natrium diklofenak, dan asam mefenamat dalam kadar tertentu.

Bisa Sebabkan Ginjal Rusak dan Perdarahan Lambung

BPOM menegaskan penggunaan zat kimia obat secara terus-menerus tanpa pengawasan dokter sangat berbahaya. Kandungan seperti deksametason dan prednisolon dapat menyebabkan gangguan hormon hingga efek moon face, yaitu wajah membulat akibat penggunaan steroid jangka panjang.

Sementara natrium diklofenak dan asam mefenamat berisiko memicu kerusakan ginjal serta perdarahan lambung bila dikonsumsi berlebihan.

Tak hanya itu, BPOM juga menemukan produk penggemuk badan yang mengandung siproheptadin dan obat pereda gatal yang mengandung klorfeniramin maleat serta mikonazol.

Paparan bahan-bahan tersebut dalam jangka panjang dapat memicu kantuk berat, gangguan metabolisme, hingga kerusakan fungsi hati.

Ini Daftar Produk Berbahaya Temuan BPOM

Berikut beberapa produk yang diumumkan BPOM mengandung bahan kimia obat berbahaya:

  • Gutamin
  • Fu Wei Capsules
  • Happyco
  • Sehat Pria
  • Djinggo
  • Sultan Co
  • Kopi Arab Gold Plus Tongkat Ali
  • Kopi Super Jantan
  • Samyun WAN
  • Asamulyn
  • Kapsul Strong Love
  • Yaman Strong Honey
  • USA Viagra
  • Viagra Platinum

Beberapa produk diketahui mengandung sildenafil sitrat, tadalafil, parasetamol, hingga deksametason.

BPOM Minta Masyarakat Waspada

BPOM kini tengah menelusuri jalur distribusi dan produsen dari produk-produk tersebut. Pelaku usaha yang terbukti sengaja mencampurkan BKO ke dalam produk herbal terancam pidana berat.

Mereka dapat dijerat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda hingga Rp 5 miliar.

Taruna Ikrar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada produk herbal yang menjanjikan efek instan atau “cespleng”. Menurutnya, obat herbal asli umumnya bekerja bertahap dan tidak memberikan efek cepat secara ekstrem.

BPOM meminta masyarakat menerapkan prinsip cek KLIK sebelum membeli produk, yakni mengecek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Keaslian izin edar juga bisa dicek melalui aplikasi BPOM Mobile maupun situs resmi BPOM.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #BPOM #SuplemenBerbahaya #KopiStamina #Kesehatan #ObatHerbal #JurnalPelopor #BreakingNews
Previous Post

Portugal Ditolak, Kroupi Tetap Kejar Tempat di Timnas Prancis

Next Post

Gudang Mafia BBM Subsidi di Lampung Digerebek Polisi

musa

musa

Related Posts

sayuran
Health

5 Sayuran yang Perlu Dibatasi Penderita Asam Urat

16/08/2026
perut
Health

Jangan Salah Kira, Nyeri Perut dan Mual Bisa Jadi Batu Ginjal

14/08/2026
down
Health

Skrining Down Syndrome Sejak Awal Kehamilan, Ini Manfaatnya

07/08/2026
pria
Health

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

29/07/2026
stroke
Health

Teh Berpotensi Bantu Kurangi Risiko Stroke, Ini Temuan Studinya

21/07/2026
canggu
Health

Rutin Makan Sayur Bisa Bikin Tubuh Menua Lebih Lambat

20/07/2026
Next Post
gudang

Gudang Mafia BBM Subsidi di Lampung Digerebek Polisi

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.