Jurnal Pelopor – Nyeri perut yang datang tiba-tiba sering kali membuat orang langsung menduga mengalami asam lambung, GERD, atau gangguan pencernaan. Apalagi jika keluhan disertai mual dan muntah. Padahal, dalam sejumlah kasus, sumber rasa sakit tersebut justru berasal dari saluran kemih akibat batu ginjal.
Dokter di unit gawat darurat cukup sering menemukan kondisi ketika pasien datang dengan keluhan sakit perut hebat, tetapi setelah diperiksa ternyata terdapat batu yang bergerak dari ginjal menuju ureter. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat kuat dan muncul secara mendadak.
Ketika Nyeri Bukan Berasal dari Lambung
Konsultan Urologi dan Andrologi dari Manipal Hospital Kharadi, Pune, Dr. Bhoopat Singh Bhati, menjelaskan bahwa nyeri perut akut kerap langsung dikaitkan dengan keracunan makanan, gangguan pencernaan, GERD, maupun infeksi lambung.
Padahal, batu ginjal juga dapat menimbulkan gejala yang hampir serupa. Batu ginjal sendiri merupakan endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam ginjal. Dalam kondisi tertentu, batu tersebut dapat berada di ginjal selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan.
Masalah biasanya muncul ketika batu mulai bergerak dari ginjal menuju ureter, yaitu saluran sempit yang membawa urine menuju kandung kemih. Ketika batu melewati saluran tersebut, aliran urine dapat terganggu dan memicu kontraksi otot yang menyebabkan nyeri sangat hebat.
Mengapa Mirip Asam Lambung?
Kemiripan gejala menjadi salah satu alasan batu ginjal sering disalahartikan sebagai gangguan lambung. Rasa sakit yang kuat dapat muncul di bagian samping atau punggung dan kemudian menjalar ke area perut, sementara respons tubuh terhadap rasa sakit juga dapat berupa mual hingga muntah.
1. Nyeri Menjalar
Nyeri akibat batu ginjal umumnya terasa di bagian samping tubuh atau punggung, terutama pada salah satu sisi. Rasa sakit tersebut dapat menjalar ke perut bagian bawah atau area lain di sekitar tubuh.
2. Mual dan Muntah
Rasa sakit akibat batu ginjal dapat begitu kuat hingga memicu mual dan muntah. Kondisi inilah yang terkadang membuat penderita mengira dirinya mengalami keracunan makanan atau masalah asam lambung.
Bedakan Karakter Nyeri
Salah satu hal yang dapat menjadi pembeda adalah pola rasa sakitnya. Nyeri batu ginjal umumnya datang secara bergelombang. Rasa sakit bisa terasa sangat hebat selama beberapa waktu, kemudian sedikit mereda sebelum kembali menyerang.
Penderita batu ginjal juga sering kesulitan menemukan posisi yang membuat rasa sakit benar-benar nyaman. Duduk, berbaring, maupun berjalan tidak selalu memberikan kelegaan.
Sementara itu, keluhan akibat asam lambung atau GERD lebih sering terasa di bagian atas perut atau dada. Sensasinya dapat berupa perih atau terbakar, disertai kembung, mual, dan pada sebagian orang muncul sensasi asam atau pahit yang naik ke tenggorokan.
Waspadai Gejala Lain Batu Ginjal
Selain nyeri hebat, batu ginjal dapat disertai sejumlah gejala lain. Di antaranya adalah nyeri ketika buang air kecil, lebih sering buang air kecil, urine bercampur darah, serta kesulitan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.
Kondisi menjadi lebih serius apabila nyeri tersebut disertai demam dan menggigil. Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya infeksi pada saluran kemih yang membutuhkan penanganan medis segera.
Untuk memastikan penyebab keluhan, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes urine, dan tes darah untuk mengevaluasi kondisi ginjal. Pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan juga dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan, ukuran, serta lokasi batu.
Jadi, nyeri perut hebat yang disertai mual dan muntah tidak selalu berarti asam lambung atau GERD. Jika rasa sakit muncul mendadak, sangat kuat, terutama pada salah satu sisi punggung atau perut, dan disertai gangguan buang air kecil, batu ginjal perlu dipertimbangkan sebagai salah satu kemungkinan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







