Jurnal Pelopor – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengusulkan agar kawasan hutan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Ia menilai, perlindungan hutan harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum dan pemulihan lingkungan.
Hasto juga menyinggung kebijakan pada masa pemerintahan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Megawati tidak mengeluarkan izin penanaman sawit di kawasan hutan dan mendorong perlindungan melalui kebijakan moratorium.
Hasto Singgung Kebijakan Megawati soal Perlindungan Hutan
Hasto menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan tata ruang agar kawasan hutan tidak mudah beralih fungsi menjadi perkebunan. Salah satu langkah yang ia usulkan adalah menerapkan moratorium pemanfaatan hutan.
Ia kemudian mengingat kebijakan Megawati saat menjabat sebagai presiden. Menurut Hasto, kebijakan tersebut menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan dari ekspansi perkebunan kelapa sawit.
“Maka mengapa Ibu Mega (Ketua Umum PDIP) ketika menjadi Presiden, beliau tidak mengeluarkan izin untuk tanaman sawit apalagi dari hutan-hutan. Hutan-hutan harus dilindungi, terus ada moratorium hutan,” kata Hasto, seperti dikutip Liputan6.com, Minggu (25/10/2026).
Usulan tersebut muncul di tengah perhatian terhadap penanganan karhutla yang berulang setiap tahun. Hasto menilai, pemerintah perlu memastikan lahan yang terbakar tidak menjadi pintu masuk bagi alih fungsi kawasan hutan.
Pembakar Lahan Harus Mendapat Sanksi Tegas
Selain perlindungan kawasan hutan, Hasto menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Menurutnya, pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada pihak yang sengaja membuka lahan dengan cara membakar.
Ia secara khusus menyoroti praktik pembakaran lahan yang kemudian diikuti alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.
“Yang kedua, supremasi hukum harus dibangun. Jadi mereka yang membuka lahan dengan membakar itu harus dikenakan suatu sanksi yang tegas. Apalagi setelah dibakar kemudian dikonversikan ke sawit,” ungkap Hasto.
Hasto juga menyampaikan pandangan Megawati mengenai karakter tanaman sawit yang dinilai dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.
“Suatu tanaman yang kata Bu Mega sangat sombong sekali karena dia enggak mau tanaman yang lain hidup di sekitarnya,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kritik terhadap praktik pengelolaan lahan yang berpotensi mengurangi keberagaman vegetasi dan merusak ekosistem hutan.
Dorong Reboisasi dan Pembukaan Lapangan Kerja
Hasto turut mendorong pemerintah menggelar penghijauan dan reboisasi secara serentak untuk memulihkan kawasan hutan yang rusak. Menurutnya, program penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Gerakan merawat lingkungan dengan menanam pohon, reboisasi, itu harus dilakukan secara serentak. Dengan cara itu pemerintah juga diuntungkan dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat melalui penghijauan kembali hutan-hutan kita,” kata Hasto.
Melalui program tersebut, pemulihan hutan diharapkan dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
PDIP Soroti Kesiapan Pemerintah Hadapi Karhutla
Lebih lanjut, Hasto menilai pemerintah perlu meningkatkan kesiapan menghadapi musim kemarau. Ia menyoroti langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi yang menurutnya masih belum memadai.
“PDI Perjuangan melihat langkah-langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi yang dilakukan itu sangat kurang,” tandasnya.
Menurut Hasto, penanganan karhutla membutuhkan langkah yang menyeluruh, mulai dari pencegahan pembakaran lahan, perlindungan kawasan hutan, penegakan hukum, hingga pemulihan lingkungan.
Usulan tersebut menempatkan perlindungan hutan sebagai salah satu aspek penting dalam kebijakan lingkungan. Namun, penerapannya membutuhkan pengawasan yang konsisten serta penegakan aturan terhadap setiap pihak yang terbukti melanggar hukum.
Menurut Anda, apakah lahan bekas karhutla sebaiknya wajib dipulihkan menjadi kawasan hutan dan tidak boleh dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







