Jurnal Pelopor – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,6 terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berada pada kedalaman 3 kilometer.
Gempa tercatat terjadi pada pukul 04.59 WIB. Berdasarkan informasi awal BMKG, episentrum gempa berada di koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
Gempa dengan kekuatan magnitudo 2,6 tergolong relatif kecil. Namun, karena pusat gempa berada pada kedalaman yang cukup dangkal, informasi mengenai lokasi dan parameter gempa tetap menjadi perhatian masyarakat di wilayah sekitarnya.
Pusat Gempa Berjarak 23 Kilometer
BMKG melaporkan pusat gempa berada sekitar 23 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun resminya pada Kamis pagi.
“Gempa M 2,6 lokasi 23 km Selatan Kab-Bandung-Jabar,” tulis BMKG dalam laporan awal tersebut.
Selain lokasi episentrum, BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 3 kilometer. Parameter tersebut menunjukkan bahwa gempa terjadi cukup dekat dengan permukaan bumi.
Meski demikian, laporan awal BMKG belum mencantumkan informasi mengenai adanya kerusakan akibat gempa. Belum ada pula keterangan dalam laporan tersebut mengenai apakah getaran gempa dirasakan oleh masyarakat di sekitar Kabupaten Bandung.
Karena itu, informasi mengenai dampak gempa masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Masyarakat juga dapat memantau pembaruan resmi apabila BMKG mengeluarkan data tambahan setelah proses analisis selesai.
BMKG Ingatkan Data Masih Bisa Berubah
BMKG menjelaskan bahwa informasi awal gempa disampaikan dengan mengutamakan kecepatan. Langkah tersebut dilakukan agar informasi mengenai kejadian gempa dapat segera diketahui masyarakat.
Namun, data yang disampaikan pada tahap awal belum sepenuhnya stabil. Parameter seperti lokasi, kedalaman, maupun magnitudo dapat mengalami perubahan setelah BMKG melakukan pengolahan data secara lebih lengkap.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” jelas BMKG.
Artinya, angka magnitudo 2,6 dan kedalaman 3 kilometer yang tercantum dalam laporan awal masih dapat diperbarui. Perubahan tersebut dapat terjadi setelah data dari berbagai alat pemantau dianalisis lebih lanjut.
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
Masyarakat di sekitar Kabupaten Bandung diimbau tetap memperhatikan informasi resmi dari BMKG. Informasi dari sumber resmi penting untuk mengetahui perkembangan terbaru terkait parameter maupun dampak gempa.
Untuk sementara, BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 2,6 tersebut terjadi pada pukul 04.59 WIB dengan pusat gempa sekitar 23 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Bandung.
Data mengenai gempa masih dapat diperbarui seiring proses pengolahan dan analisis. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak langsung mempercayai informasi yang belum memiliki sumber jelas dan tetap merujuk pada keterangan resmi BMKG.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






