• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Sosial, Seni, dan Budaya

Jarang Ada Gayung di Hotel, Ternyata Ini Alasan di Baliknya

Hotel umumnya tidak menyediakan gayung karena desain kamar mandi, keselamatan, kebersihan, dan efisiensi air menjadi pertimbangan utama.

musa by musa
17/09/2026
in Sosial, Seni, dan Budaya
0
hotel
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Bagi sebagian orang, ada satu hal yang terasa berbeda ketika menggunakan kamar mandi hotel, yakni tidak ditemukannya gayung dan bak air. Sebagai gantinya, hotel biasanya menyediakan shower serta bidet sprayer yang terhubung langsung dengan saluran air.

Ketiadaan gayung ternyata bukan sekadar mengikuti gaya kamar mandi modern. Ada sejumlah pertimbangan yang membuat hotel lebih memilih sistem air langsung dari pipa.

Mulai dari desain ruangan, keselamatan tamu, kebersihan, hingga efisiensi penggunaan air menjadi faktor yang diperhitungkan dalam pengelolaan kamar mandi hotel.

1. Menjaga Area Kering Tetap Kering

Kamar mandi hotel umumnya dirancang dengan konsep pemisahan area basah dan kering atau wet and dry zoning. Area shower menjadi tempat yang memang diperbolehkan terkena banyak air, sedangkan toilet dan area wastafel dijaga agar tetap relatif kering.

Konsep tersebut banyak digunakan dalam desain perhotelan modern. Salah satunya dibahas dalam buku Hotel Design, Planning and Development karya Richard H. Penner dan sejumlah penulis lainnya.

Penggunaan gayung dapat membuat air lebih mudah terciprat ke berbagai bagian kamar mandi. Jika area yang seharusnya kering terus terkena air, kondisi lantai dan perabot di dalamnya dapat lebih cepat mengalami masalah.

Kelembapan berlebih juga dapat meningkatkan risiko munculnya jamur atau mold and mildew pada bagian tertentu kamar mandi.

2. Mengurangi Risiko Tamu Terpeleset

Alasan berikutnya berkaitan dengan keselamatan. Lantai kamar mandi hotel umumnya menggunakan material seperti keramik atau batu yang bisa menjadi licin ketika terkena air.

Jika penggunaan gayung membuat air menyebar hingga ke area yang sering dilalui tamu, genangan pun lebih mudah terbentuk. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terpeleset dan jatuh.

Karena itu, hotel berusaha mengarahkan air hanya ke area yang memang digunakan untuk mandi. Shower dan saluran pembuangan yang dirancang dengan baik membantu mengurangi penyebaran air ke seluruh ruangan.

3. Lebih Mudah Menjaga Kebersihan

Gayung dan ember merupakan wadah terbuka yang dapat bersentuhan langsung dengan tangan maupun berbagai permukaan. Jika tidak dibersihkan secara rutin, bagian yang selalu basah juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

Hotel kemudian lebih banyak menggunakan sistem plumbing tertutup. Air dialirkan langsung melalui shower atau bidet sprayer sehingga tidak perlu ditampung terlebih dahulu di dalam ember.

Sistem tersebut juga membuat pengelola lebih mudah mengatur kebersihan fasilitas karena air keluar langsung dari saluran yang tersedia.

4. Membantu Mengontrol Penggunaan Air

Penggunaan shower juga berkaitan dengan penghematan air. Banyak perangkat shower modern memiliki pengatur debit atau flow restrictor yang membatasi jumlah air yang keluar.

Sistem tersebut memungkinkan penggunaan air menjadi lebih terukur. Sementara itu, penggunaan gayung tidak memiliki mekanisme otomatis untuk membatasi volume air yang digunakan.

Penghematan air menjadi perhatian penting bagi industri perhotelan karena kebutuhan air dalam operasional hotel cukup besar. Karena itu, berbagai perangkat yang dapat mengontrol konsumsi air semakin banyak digunakan.

Jadi, Bukan Sekadar Gaya Modern

Tidak adanya gayung di kamar mandi hotel ternyata memiliki alasan yang cukup masuk akal. Desain tersebut berkaitan dengan upaya menjaga area kering, mengurangi risiko terpeleset, mempertahankan kebersihan, sekaligus mengontrol penggunaan air.

Meski begitu, bukan berarti penggunaan gayung selalu buruk. Gayung tetap menjadi perlengkapan yang praktis di banyak rumah karena sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan penggunanya.

Hotel hanya memilih sistem yang dianggap lebih sesuai dengan konsep kamar mandi modern dan kebutuhan operasionalnya. Jadi, ketika Anda tidak menemukan gayung saat menginap di hotel, ternyata ada beberapa pertimbangan di baliknya.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KamarHotel #Hotel #KamarMandi #Gayung #TipsHotel #FaktaUnik #InfoMenarik #JurnalPelopor
Previous Post

Gempa M 2,6 Terjadi di Bandung Pagi Ini, Kedalaman 3 Kilometer

Next Post

RUU Reforma Agraria Dikebut, Pengesahan Ditargetkan 22 September

musa

musa

Related Posts

tapir
Sosial, Seni, dan Budaya

Tragis, Tapir Malaya di Lampung Dibantai dan Dimasak Warga

04/07/2026
ai
Sosial, Seni, dan Budaya

Sulit Bergaul, Gen Z Mulai Andalkan AI untuk Ngobrol

16/03/2026
Habis Buang Susu Boyolali, Terbitlah Impor Sapi
Sosial, Seni, dan Budaya

Habis Buang Susu Boyolali, Terbitlah Impor Sapi

17/01/2025
Kenapa Kita Sering Mengucapkan ‘OK’? Inilah Sejarah dan Asal Usulnyah dan Asal Usul Kata yang Sudah Mendunia
Sosial, Seni, dan Budaya

Kenapa Kita Sering Mengucapkan ‘OK’? Inilah Sejarah dan Asal Usulnyah dan Asal Usul Kata yang Sudah Mendunia

10/01/2025
Kanada Peringkat Teratas Sebagai Negara Paling Diinginkan untuk Bekerja, Diikuti Australia dan AS
Sosial, Seni, dan Budaya

Kanada Peringkat Teratas Sebagai Negara Paling Diinginkan untuk Bekerja, Diikuti Australia dan AS

14/12/2024
Menggali Makna Sumpah Pemuda: Sejarah, Hasil, dan Harapan di Masa Kini
Sosial, Seni, dan Budaya

Menggali Makna Sumpah Pemuda: Sejarah, Hasil, dan Harapan di Masa Kini

28/10/2024
Next Post
agraria

RUU Reforma Agraria Dikebut, Pengesahan Ditargetkan 22 September

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.