Jurnal Pelopor – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Jawa Timur periode 2026–2028 resmi dilantik di Aula BPSDM Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (22/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya fase baru KAMMI Jawa Timur dengan fokus pada penguatan dakwah kampus, perluasan gerakan, hingga upaya membangun kemandirian ekonomi organisasi.
Pelantikan diikuti jajaran pengurus wilayah, pengurus daerah, kader, serta alumni KAMMI dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Kepengurusan baru tersebut dipimpin Rijal Helmy Saiful Islam sebagai Ketua Umum PW KAMMI Jawa Timur periode 2026–2028.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil). Forum ini menjadi ruang untuk menerjemahkan visi kepengurusan baru ke dalam berbagai program dan langkah konkret selama masa kepengurusan.
Dorong Kemandirian Ekonomi Organisasi
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pembentukan Badan Amal Usaha Muslim Negarawan (BAUMN). Langkah tersebut diawali melalui Gerakan Wakaf KAMMI Jawa Timur yang diarahkan pada pengembangan wakaf produktif.
Rijal menilai wakaf selama ini masih kerap dipahami secara terbatas, misalnya dalam bentuk tanah, masjid, bangunan, sumur, maupun Al-Qur’an. Padahal, menurutnya, wakaf memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi aset produktif yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Pembentukan Badan Amal Usaha ini kita mulai dengan Gerakan Wakaf KAMMI Jawa Timur yang fokus pada wakaf produktif. Ini merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan kemandirian finansial organisasi sekaligus melakukan transformasi menuju organisasi yang lebih profesional dan modern,” ujar Rijal.
Gerakan tersebut akan diperkuat dengan semangat “1 Kader 1 Wakaf”. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong kader untuk berwakaf, tetapi juga membangun budaya wakaf yang dapat berkembang menjadi gerakan bersama di lingkungan KAMMI Jawa Timur.
Siapkan Gagasan Unit Usaha
Tidak berhenti pada pengumpulan wakaf, PW KAMMI Jawa Timur juga mulai mengkaji kemungkinan membangun unit usaha atau perusahaan. Gagasan tersebut diarahkan agar hasil usaha nantinya dapat membantu menjaga keberlanjutan aset wakaf sekaligus mendukung operasional organisasi.
“Harapannya ke depan kita bisa memiliki perusahaan. Saat ini masih dalam proses pengkajian. Hasilnya nanti dapat digunakan untuk keberlanjutan wakaf dan juga menghidupi organisasi,” jelas Rijal.
Menurut Rijal, upaya membangun kemandirian ekonomi menjadi bagian dari transformasi organisasi agar KAMMI dapat berjalan secara lebih profesional dan memiliki fondasi finansial yang berkelanjutan.
Perkuat Dakwah Kampus dan Ekspansi Gerakan
Selain persoalan ekonomi, Musykerwil juga menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat dakwah kampus. KAMMI Jawa Timur menargetkan penguatan gerakan di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperluas keberadaan organisasi di berbagai daerah di Jawa Timur.
Penguatan kaderisasi dan ekspansi gerakan menjadi bagian penting dari agenda kepengurusan periode 2026–2028. KAMMI ingin memastikan gerakan yang dibangun tidak hanya aktif di tingkat struktur organisasi, tetapi juga memiliki kontribusi nyata di tengah kehidupan mahasiswa dan masyarakat.
Di sisi lain, KAMMI Jawa Timur juga menegaskan posisi sebagai bagian dari gerakan kepemudaan yang konstruktif. Organisasi tersebut menyatakan siap menjadi mitra kritis pemerintah dengan menghadirkan gagasan, kritik, sekaligus kontribusi dalam pembangunan Jawa Timur.
Dari Jawa Timur untuk Indonesia
Rijal menegaskan transformasi gerakan yang dicanangkan tidak boleh berhenti sebagai slogan atau agenda di atas kertas. Seluruh kader dan struktur KAMMI di Jawa Timur diharapkan terlibat dalam menerjemahkan visi tersebut menjadi gerakan nyata.
“Kita mulai transformasi itu dari Jawa Timur, dari Timur Jawadwipa untuk Indonesia, sebagai gerbang baru Nusantara,” pungkas Rijal.
Dengan semangat Transformasi Gerakan KAMMI dan Pemenangan Dakwah Kampus, kepengurusan PW KAMMI Jawa Timur periode 2026–2028 membawa sejumlah agenda utama, mulai dari penguatan kaderisasi, ekspansi gerakan, hingga pembangunan kemandirian ekonomi melalui wakaf produktif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KAMMI Jawa Timur membangun organisasi yang tidak hanya kuat dalam kaderisasi dan dakwah kampus, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang mampu menopang keberlanjutan gerakan dalam jangka panjang.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







