Jurnal Pelopor – Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) mencatat prestasi internasional dengan memecahkan rekor dunia Guinness World Records kategori Largest Human Rights Lesson. Sebanyak 2.008 peserta dari kalangan civitas akademika dan praja mengikuti kegiatan tersebut di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, pada 21 Agustus 2026.
Capaian tersebut sekaligus menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Policía Nacional de Ecuador pada 2018. Saat itu, kegiatan pelajaran HAM terbesar di dunia diikuti 1.772 peserta.
Libatkan Ribuan Peserta

Rekor dunia ini digagas KemenHAM RI melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) HAM. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pendidikan dan penyuluhan mengenai hak asasi manusia kepada masyarakat.
Penyerahan pengakuan rekor dilakukan langsung oleh Guinness World Records Official Adjudicator, Ms. Aynee Toorabally. Menteri HAM Natalius Pigai hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Wakil Rektor II Bidang Administrasi IPDN, Arief M. Edie.
Natalius mengatakan pencapaian ini menjadi salah satu puncak dari gerakan edukasi HAM yang selama ini dilakukan KemenHAM di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal mencatatkan nama Indonesia dalam buku rekor dunia. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan HAM dapat dilakukan secara masif dan melibatkan ribuan orang dalam satu momentum.
Tegaskan Tugas KemenHAM
Natalius menilai penghargaan tersebut juga memperkuat mandat KemenHAM dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan mengenai HAM kepada masyarakat.
Ia menyebut tugas tersebut merupakan bagian dari amanat Perpres Nomor 156 Tahun 2024 tentang Kementerian Hak Asasi Manusia. Karena itu, rekor dunia yang diraih kali ini dinilai sebagai bentuk pengakuan internasional terhadap upaya Indonesia dalam meningkatkan kesadaran HAM.
“Rekor yang tadinya dipegang oleh Ekuador kini Indonesia,” ujar Natalius dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menilai posisi Indonesia dalam isu HAM semakin strategis di tingkat internasional. KemenHAM optimistis pencapaian ini dapat menjadi pijakan bagi Indonesia untuk terus mendorong pendidikan dan penegakan HAM.
IPDN: HAM Penting bagi Calon Aparatur
Sementara itu, pihak IPDN menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Wakil Rektor II Bidang Administrasi IPDN, Arief M. Edie, menilai pemahaman HAM merupakan bagian penting dalam pendidikan kepamongprajaan.
Menurutnya, seorang aparatur pemerintah tidak cukup hanya mampu menjalankan program dan kebijakan. Aparatur juga harus memahami, menghormati, serta menjunjung tinggi martabat dan hak setiap warga negara.
Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari sikap dan perilaku ketika para praja nantinya menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.
Dengan pecahnya rekor Largest Human Rights Lesson, KemenHAM berharap momentum tersebut dapat memperluas kesadaran masyarakat mengenai pentingnya HAM sekaligus mendorong Indonesia menjadi salah satu pelopor pendidikan HAM di tingkat global.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







