Jurnal Pelopor – YouTube akan mengubah sejumlah aturan monetisasi dalam YouTube Partner Program (YPP) mulai 1 Februari 2027. Perubahan ini mencakup mekanisme pendapatan Shorts, persyaratan bagi kreator baru, hingga perluasan layanan Premium Lite.
Perubahan tersebut diumumkan YouTube melalui blog resminya pada 10 Agustus 2026. YouTube menyebut kebijakan baru ini sebagai perubahan signifikan pertama terhadap YPP sejak 2018, ketika program tersebut mulai berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi kreator.
Saat ini, lebih dari 3 juta kreator telah bergabung dalam YPP. Kreator dapat meninjau sekaligus menyetujui ketentuan baru melalui YouTube Studio sebelum aturan tersebut resmi berlaku.
Premium Lite Diperluas

Salah satu perubahan yang akan dilakukan YouTube adalah memperluas layanan Premium Lite ke seluruh negara yang telah menyediakan layanan YouTube Premium. Premium Lite menawarkan pengalaman menonton sebagian besar konten dengan lebih sedikit gangguan iklan, sekaligus menyediakan sejumlah fitur seperti pemutaran offline dan pemutaran di latar belakang.
Kreator juga tetap berpotensi memperoleh pendapatan dari pelanggan Premium Lite. YouTube mengalokasikan 60 persen pendapatan bersih Premium Lite ke kumpulan pendapatan kreator, sedangkan untuk Premium reguler porsinya 30 persen.
Pendapatan tersebut kemudian dibagikan berdasarkan waktu tonton dan jumlah tayangan yang berasal dari pelanggan. Kreator memperoleh bagi hasil 55 persen untuk video berdurasi panjang dan 45 persen untuk Shorts.
Syarat Pendapatan Shorts Berubah
Perubahan berikutnya berkaitan dengan pendapatan Shorts. Mulai 1 Februari 2027, kreator harus memperoleh sedikitnya 10 juta tayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir agar dapat menerima bagi hasil dari iklan dan langganan Shorts.
Kanal yang berada di bawah angka tersebut tidak langsung dikeluarkan dari YPP. Mereka masih dapat memperoleh pendapatan melalui konten berdurasi panjang selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Jika suatu saat channel kembali mencapai 10 juta tayangan Shorts dalam periode 90 hari, bagi hasil Shorts akan kembali aktif secara otomatis.
YouTube menilai kreator yang selama ini sudah memperoleh pendapatan besar dari Shorts kemungkinan tidak akan merasakan dampak signifikan dari perubahan tersebut. Selain itu, YouTube juga menyiapkan peluang pendapatan baru seperti bonus YouTube Shopping dan insentif untuk kerja sama dengan merek.
Syarat Masuk YPP Makin Tinggi

Perubahan paling besar bagi kreator baru berkaitan dengan syarat untuk mendapatkan bagi hasil dari iklan dan Premium. YouTube menaikkan ambang yang harus dipenuhi sebelum kreator dapat memperoleh fitur tersebut.
Kreator baru harus mengumpulkan 8.000 jam waktu tonton yang memenuhi syarat dalam 365 hari terakhir. Sebagai alternatif, kreator dapat mencapai 20 juta tayangan Shorts yang memenuhi syarat dalam 90 hari terakhir.
Aturan baru tersebut hanya berlaku bagi kreator yang baru mendaftarkan channel ke YPP. Kreator yang sudah berada di dalam program tidak akan terkena persyaratan masuk baru tersebut.
Sementara itu, persyaratan untuk fitur Fan Funding dan produk belanja disebut tidak mengalami perubahan. Artinya, kreator tetap memiliki jalur lain untuk mulai memperoleh penghasilan dari ekosistem YouTube.
YouTube Makin Selektif?
Perubahan ini menunjukkan YouTube semakin selektif dalam menentukan channel yang berhak memperoleh bagi hasil iklan dan Premium. Tingginya ambang tayangan Shorts juga membuat kreator harus lebih konsisten menghasilkan konten yang mampu menjangkau audiens dalam jumlah besar.
Kebijakan tersebut hadir ketika konsumsi konten YouTube terus meningkat. YouTube mencatat Shorts kini menghasilkan lebih dari 200 miliar tayangan setiap hari, sementara pengguna menonton lebih dari 1 miliar jam konten YouTube melalui televisi setiap hari.
Bagi kreator, perubahan ini berarti strategi membangun channel perlu semakin matang. Mengejar jumlah penonton saja tidak cukup; kreator perlu mempertahankan konsistensi, membangun audiens loyal, dan mengembangkan beberapa sumber pendapatan agar tidak hanya bergantung pada iklan.
Seluruh perubahan utama tersebut akan mulai berlaku pada 1 Februari 2027. Kreator dapat memeriksa ketentuan terbaru melalui YouTube Studio dan mempersiapkan channel sebelum kebijakan baru diterapkan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







