Jurnal Pelopor – Konten kreator Vilmei mengaku mengalami kerugian hingga Rp1,28 miliar. Uang tersebut diduga diambil secara bertahap oleh salah seorang karyawannya selama sekitar satu tahun.
Kasus tersebut baru diketahui ketika Vilmei hendak membayar makanan. Saat mengecek saldo rekening melalui ATM, ia terkejut karena uang yang tersisa hanya sekitar Rp1 juta.
Vilmei kemudian mencurigai adanya transaksi yang tidak wajar. Bersama keluarganya, ia mulai menelusuri aktivitas rekening dan sejumlah akun TikTok yang diduga berkaitan dengan aliran dana tersebut.
Saldo Rekening Tiba-Tiba Tinggal Rp1 Juta
Vilmei mengungkapkan dirinya baru menyadari adanya masalah ketika hendak membayar makan. Saat mengecek saldo rekening, ia mendapati uang yang sebelumnya tersedia dalam jumlah besar hampir seluruhnya telah berkurang.
“Saat aku mau bayar makan, aku cek saldo di ATM aku. Aku syok, karena uangnya tinggal tersisa Rp1 juta.”
Setelah mengetahui kondisi tersebut, Vilmei segera mengumpulkan para karyawannya. Ia mempertanyakan siapa yang memiliki akses terhadap rekening serta mengetahui transaksi yang menyebabkan kerugian dalam jumlah besar.
Dari penelusuran tersebut, Vilmei bersama keluarganya menemukan adanya transaksi yang dilakukan secara bertahap. Total dana yang diketahui telah berpindah mencapai Rp1.282.915.000, atau sekitar Rp1,28 miliar.
Uang Diambil Selama Satu Tahun
Menurut Vilmei, dana tersebut tidak diambil sekaligus. Pengambilan dilakukan berkali-kali dengan nominal yang cukup besar dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Vilmei dan keluarganya kemudian memeriksa jejak transaksi untuk mengetahui kapan uang tersebut ditarik. Mereka juga mencoba mengidentifikasi orang-orang yang memiliki akses terhadap rekening dan aktivitas keuangan tersebut.
Setelah mengumpulkan sejumlah data, keluarga Vilmei melakukan pemeriksaan terhadap para karyawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui siapa yang diduga mengambil uang tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Awalnya, tidak ada karyawan yang mengakui perbuatan tersebut. Kondisi itu membuat Vilmei kecewa karena selama ini merasa telah memperlakukan para pekerjanya dengan baik.
Nama Zahra Kemudian Muncul
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul nama Zahra, salah seorang karyawan Vilmei. Zahra kemudian mengakui bahwa dirinya mengambil uang tersebut secara bertahap.
Menurut pengakuannya, dana tersebut tidak langsung digunakan sendiri. Uang yang diambil justru dikirimkan ke sejumlah akun TikTok milik orang lain.
Zahra menyebut terdapat hampir 12 akun TikTok yang digunakan dalam skema tersebut. Setelah dana masuk, pemilik akun disebut memperoleh komisi sebelum uang kemudian ditarik.
“Uang tersebut aku kirim ke sejumlah akun TikTok punya teman-teman saya, termasuk pacar saya. Jumlahnya itu hampir 12 akun.”
Zahra juga menyebut dirinya melakukan tindakan tersebut bersama pacarnya, Arka. Menurut pengakuannya, setelah uang masuk ke sejumlah akun, dirinya dan Arka melakukan penarikan terhadap dana tersebut.
Mengaku Mendapat Ancaman dari Pacar
Dalam pengakuannya kepada Vilmei, Zahra menyatakan dirinya melakukan tindakan tersebut karena mendapatkan ancaman dari kekasihnya.
Zahra mengaku Arka mengancam akan menyebarkan video pribadi mereka kepada keluarga dan teman-temannya. Ia mengatakan tidak mengetahui bahwa hubungan tersebut direkam.
“Dia mengancam akan menyebarkan video hubungan intim dengan dia ke orang tua, teman-teman.”
Hingga laporan tersebut diberitakan, keberadaan Arka disebut belum diketahui. Vilmei mengaku sudah mencoba menghubungi Arka melalui pesan, tetapi yang bersangkutan tidak datang.
Kasus tersebut kemudian diputuskan untuk dibawa ke jalur hukum. Vilmei dan keluarganya ingin dugaan pencurian atau penggelapan dana tersebut dapat diusut berdasarkan bukti dan keterangan yang ada.
Dibawa ke Jalur Hukum
Kerugian sekitar Rp1,28 miliar membuat Vilmei memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui proses hukum. Langkah ini diambil setelah keluarga melakukan penelusuran terhadap transaksi dan pihak-pihak yang diduga terlibat.
Vilmei juga mengatakan pihaknya telah berupaya menghubungi Arka. Namun, karena yang bersangkutan tidak memenuhi permintaan untuk datang, persoalan tersebut akan dilanjutkan melalui mekanisme hukum.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan pengambilan dana dilakukan secara bertahap dan baru diketahui ketika saldo rekening Vilmei tersisa sekitar Rp1 juta.
Untuk saat ini, dugaan keterlibatan pihak-pihak lain masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan. Begitu pula mengenai pengakuan Zahra dan dugaan ancaman dari Arka, seluruhnya tetap perlu diverifikasi melalui proses hukum.
Sumber: BeritaSatu.com
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






