Jurnal Pelopor — Tiga bulan setelah menjadi korban penyiraman air keras, kondisi aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan terus menunjukkan perkembangan positif. Meski masih menjalani serangkaian perawatan dan terapi medis, Andrie kini sudah mampu melakukan berbagai aktivitas sehari-hari secara mandiri. Namun, pemulihan pada bagian mata kanan yang mengalami cedera serius masih menjadi fokus utama tim dokter.
Kabar perkembangan kesehatan Andrie disampaikan oleh Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, pada Rabu (17/6/2026). Menurutnya, proses pemulihan korban berjalan cukup baik setelah melewati berbagai tindakan operasi dan perawatan intensif dalam beberapa bulan terakhir.
Mulai Bisa Beraktivitas Mandiri
Dimas menjelaskan bahwa selama satu bulan terakhir Andrie rutin menjalani fisioterapi untuk memulihkan fungsi motorik tubuh yang terdampak akibat tindakan operasi. Beberapa prosedur medis yang dijalani sebelumnya sempat menyentuh jaringan saraf dan otot sehingga membutuhkan terapi lanjutan.
Hasilnya mulai terlihat. Andrie kini sudah dapat melakukan berbagai aktivitas ringan tanpa bantuan orang lain. Ia sudah mampu mandi sendiri, makan sendiri, hingga melakukan gerakan olahraga ringan sebagai bagian dari proses rehabilitasi.
“Alhamdulillah proses pemulihannya berjalan baik. Saat ini Andrie sudah bisa melakukan aktivitas dasar secara mandiri dan mulai menjalani latihan fisik ringan,” ungkap Dimas.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar selama masa pemulihan adalah mengatasi kontraksi otot pada tangan yang muncul akibat operasi pencangkokan dan perbaikan jaringan kulit. Karena itu, fisioterapi menjadi bagian penting untuk mencegah kekakuan otot yang dapat menghambat fungsi gerak.
Mata Kanan Masih Jadi Perhatian Utama
Meski kondisi fisik secara umum membaik, tim medis masih memberikan perhatian khusus pada mata kanan Andrie yang mengalami cedera cukup berat akibat paparan cairan kimia saat insiden terjadi.
Hingga kini, mata kanan Andrie masih dalam kondisi diperban untuk melindungi bola mata yang masih rentan. Tim dokter terus berupaya mempertahankan struktur dan fungsi penglihatan agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.
“Yang menjadi prioritas saat ini adalah menjaga kondisi bola mata tetap utuh dan memastikan fungsi penglihatannya masih bisa dipertahankan,” jelas Dimas.
Pemulihan organ penglihatan dinilai membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan bagian tubuh lainnya. Oleh sebab itu, evaluasi medis terus dilakukan secara berkala untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Operasi Lanjutan Direncanakan Agustus
Berdasarkan penjelasan tim dokter sebelumnya, Andrie kemungkinan akan menjalani operasi lanjutan pada Agustus 2026. Prosedur tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang pemulihan pada bagian mata yang mengalami cedera.
Sejak akhir April lalu, Andrie sudah tidak lagi menjalani perawatan inap di rumah sakit. Namun, ia tetap harus menjalani rawat jalan secara berkala guna memantau perkembangan kondisi kesehatannya.
Selain itu, aktivitasnya juga masih dibatasi karena beberapa luka belum sepenuhnya sembuh dan masih memiliki risiko infeksi jika terpapar lingkungan luar secara berlebihan.
Tetap Dalam Perlindungan LPSK
Di tengah proses pemulihan, Andrie juga masih berada dalam perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Perlindungan tersebut diberikan tidak hanya karena faktor keamanan, tetapi juga untuk mendukung proses pemulihan medis yang masih berlangsung.
Menurut Dimas, Andrie tetap mengikuti perkembangan kasus hukum yang menimpanya melalui keluarga, tim hukum, dan rekan-rekannya di KontraS. Namun, apabila keterangannya diperlukan dalam proses penyidikan, pemeriksaan kemungkinan akan dilakukan secara daring atau melalui mekanisme tertulis demi mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Tiga bulan setelah insiden yang mengguncang publik tersebut, kondisi Andrie Yunus memang belum sepenuhnya pulih. Namun perkembangan positif yang ditunjukkan dalam beberapa pekan terakhir memberikan harapan bahwa proses pemulihan dapat terus berjalan hingga ia kembali menjalani aktivitas secara normal.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







