• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Pagi Bersama Prabowo, Besoknya Jadi Tersangka Korupsi

Dalam 32 jam, Dadan Hindayana berubah dari mendampingi Presiden Prabowo menjadi tersangka dugaan korupsi program MBG.

musa by musa
04/06/2026
in Nasional
0
korupsi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Hanya dalam waktu sekitar 32 jam, nasib mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, berubah drastis. Pada Selasa pagi, 2 Juni 2026, ia masih terlihat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, malam harinya ia dicopot dari jabatannya. Tak sampai sehari kemudian, Dadan resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG oleh Kejaksaan Agung.

Perubahan cepat tersebut menjadi perhatian publik karena sebelumnya Dadan dikenal sebagai sosok yang berada di garis depan pelaksanaan salah satu program unggulan pemerintah.

Masih Mendampingi Presiden

Selasa pagi berlangsung seperti hari kerja biasa bagi Dadan. Ia menyambut Presiden Prabowo saat melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, Jakarta.

Dalam kunjungan itu, Presiden meninjau berbagai fasilitas pendukung program MBG, mulai dari area green house, fasilitas hidroponik, hingga sistem bioflok yang menjadi bagian dari rantai penyediaan bahan pangan bergizi.

Setelah itu, Dadan kembali mendampingi Presiden saat meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 111 Jakarta. Presiden bahkan sempat makan bersama para siswa dan berdialog mengenai cita-cita mereka.

Saat itu tidak ada tanda-tanda bahwa beberapa jam kemudian posisi Dadan akan berubah secara drastis.

Dicopot pada Malam Hari

Situasi berubah pada Selasa malam. Pemerintah mengumumkan perombakan pimpinan BGN setelah evaluasi selama sekitar satu setengah tahun pelaksanaan program.

Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, dan Kepala Badan Komunikasi menggelar konferensi pers yang mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.

Selain Dadan, dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga diberhentikan dari jabatan mereka.

Keesokan harinya, Dadan menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden dan menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan selama menjabat.

Kantor BGN Digeledah

Sementara Dadan memberikan tanggapan kepada media, tim penyidik Kejaksaan Agung bergerak melakukan penggeledahan di kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Penggeledahan dilakukan sejak dini hari dan berfokus pada ruang pimpinan. Aktivitas perkantoran sempat terganggu karena sejumlah pegawai tidak dapat langsung mengakses ruang kerja mereka.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Dadan bersama dua mantan wakil kepala BGN menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Kejaksaan Agung.

Berakhir dengan Status Tersangka

Rabu sore, publik dikejutkan oleh kemunculan Dadan yang keluar dari Gedung Kejaksaan Agung dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dan tangan diborgol.

Kejaksaan Agung kemudian mengumumkan penetapan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Penyidik mengungkap adanya dugaan pengaturan verifikasi mitra SPPG yang terafiliasi dengan para tersangka. Selain itu, ditemukan indikasi intervensi dalam pengadaan barang dan jasa serta dugaan penggelembungan harga pada sejumlah proyek.

Beberapa pengadaan yang menjadi sorotan antara lain sekitar 21.801 unit motor listrik senilai Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, lebih dari 31.000 tablet, serta 5.400 televisi berukuran 75 inci yang diduga tidak sesuai kebutuhan dan mengalami mark-up harga.

Kini, kasus tersebut masih terus dikembangkan oleh Kejaksaan Agung. Sementara itu, perjalanan karier Dadan Hindayana yang pada Selasa pagi masih mendampingi Presiden dalam menjalankan program prioritas nasional, berubah total hanya dalam hitungan 32 jam.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #DadanHindayana #MBG #Korupsi #KejaksaanAgung #PrabowoSubianto #JurnalPelopor #BreakingNews
Previous Post

Brasil Bertemu Maroko, Skotlandia, dan Haiti di Piala Dunia 2026

Next Post

MBG Menjadi Ladang Skandal Korupsi Besar-besaran

musa

musa

Related Posts

dadan
Nasional

Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka

04/06/2026
prabowo
Nasional

MBG Penting untuk Masa Depan Bangsa, Prabowo Minta Dijaga

04/06/2026
mbg
Nasional

MBG Menjadi Ladang Skandal Korupsi Besar-besaran

04/06/2026
rupiah
Nasional

Rupiah Melemah Tembus Rp17.600 Harga Pangan Terancam Naik.

16/05/2026
tol
Nasional

Mangkrak! Tol Gilimanuk-Mengwi Bikin Wayan Koster Malu

13/04/2026
Gagalkan Penyelundupan Besar, 900 Satwa Liar Diamankan
Nasional

Gagalkan Penyelundupan Besar, 900 Satwa Liar Diamankan

01/04/2026
Next Post
mbg

MBG Menjadi Ladang Skandal Korupsi Besar-besaran

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.