Jurnal Pelopor – Gelombang tinggi menerjang sejumlah kawasan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (11/8/2026). Ombak besar yang mencapai sekitar 4 hingga 5 meter tersebut merusak sejumlah perahu nelayan di kawasan Pantai Baron dan Pelabuhan Gesing. Sementara itu, satu warung kecil di Pantai Jungwok juga mengalami kerusakan ringan setelah air laut menerjang hingga ke daratan.
Kondisi gelombang tinggi mulai terasa sejak Senin (10/8/2026) dan mencapai puncaknya pada Selasa pagi. Besarnya ombak membuat aktivitas nelayan di sejumlah kawasan pesisir terpaksa dihentikan sementara demi menghindari risiko kecelakaan.
Belasan Perahu Terdampak Ombak Besar
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, mengatakan gelombang besar menghantam perahu-perahu nelayan yang sebelumnya telah diamankan di kawasan sebelah barat dam.
Sedikitnya 11 perahu terdampak di kawasan Pantai Baron. Dari jumlah tersebut, empat perahu mengalami kerusakan cukup parah, sedangkan tujuh lainnya mengalami kerusakan ringan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Petugas yang berada di lokasi kemudian berkoordinasi dengan para nelayan untuk melakukan evakuasi dan mengamankan perahu yang terdampak.
Tak hanya rusak, salah satu perahu di kawasan Pantai Baron juga sempat terseret ombak hingga tenggelam. Beruntung, perahu tersebut berhasil dievakuasi oleh petugas bersama para nelayan.
Sementara di Pelabuhan Gesing, sejumlah perahu juga dilaporkan mengalami kerusakan. Pendataan terhadap jumlah kerusakan dan dampak yang ditimbulkan masih dilakukan petugas.
Air Laut Sampai ke Warung Pantai Jungwok
Gelombang tinggi juga terasa di kawasan Pantai Jungwok. Air laut bahkan sempat mencapai daratan dan mengenai area warung milik warga.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan satu warung kecil yang berada di pinggir pantai mengalami kerusakan ringan.
Kerusakan tersebut relatif terbatas karena warga dan pedagang telah mendapat peringatan mengenai potensi gelombang tinggi. Para pedagang pun lebih dulu mengamankan barang dagangan mereka ke lokasi yang lebih aman.
Langkah antisipasi itu membuat dampak gelombang tinggi terhadap aktivitas warga tidak terlalu besar. Nelayan juga telah diminta untuk tidak melaut dan memindahkan perahu ke tempat yang lebih aman.
Warga Diminta Tetap Waspada
Fenomena gelombang tinggi sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat pesisir selatan Gunungkidul. Warga setempat telah terbiasa melakukan berbagai langkah antisipasi ketika kondisi laut mulai memburuk.
Namun, masyarakat tetap diminta tidak menganggap remeh kondisi tersebut. BMKG memperkirakan gelombang tinggi di perairan selatan DIY masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan, dengan ketinggian sekitar 2,5 hingga 4 meter.
Kondisi gelombang diperkirakan mulai menurun setelah puncaknya pada Selasa. Meski demikian, potensi peningkatan kembali masih perlu diwaspadai, terutama pada Kamis (13/8/2026) malam hingga Jumat (14/8/2026) siang.
Petugas pun mengimbau nelayan, pedagang, warga, dan wisatawan untuk menjauh dari bibir pantai ketika gelombang kembali meninggi. Informasi cuaca dan peringatan dini juga perlu terus dipantau agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.
Bagi warga pesisir Gunungkidul, kondisi ini menjadi pengingat bahwa laut selatan memang memiliki karakter ombak yang kuat. Kewaspadaan dan kesiapan menjadi kunci agar gelombang tinggi tidak menimbulkan korban maupun kerugian yang lebih besar.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






