• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Mentan Sebut Harga Beras Fortifikasi Rp42 Ribu Tak Masuk Akal

Mentan Amran menyoroti dugaan penyimpangan beras fortifikasi yang dijual mahal meski biaya fortifikasinya relatif rendah di pasaran.

musa by musa
01/08/2026
in Nasional
0
fortifikasi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor —  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap dugaan penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi di Indonesia. Menurutnya, sejumlah produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi justru tidak memenuhi standar yang ditetapkan, tetapi dijual dengan harga sangat tinggi, bahkan mencapai Rp42.000 per kilogram.

Image

Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/7/2026). Ia menilai harga tersebut tidak masuk akal mengingat biaya tambahan untuk proses fortifikasi relatif kecil. Menurutnya, praktik tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan yang merugikan masyarakat sekaligus mengaburkan tujuan program pangan bergizi.

Harga Melambung Tak Sesuai Tujuan Fortifikasi

Amran menjelaskan bahwa beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya dengan berbagai vitamin dan mineral untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, anak-anak, serta warga yang berisiko mengalami stunting.

Karena hanya mendapat tambahan zat gizi, harga beras fortifikasi seharusnya tidak jauh berbeda dari beras medium atau sedikit lebih tinggi dibandingkan harga beras biasa.

Namun, hasil pengawasan Kementerian Pertanian menemukan adanya produk yang dijual hingga Rp42.000 per kilogram.

“Fortifikasi itu diberikan vitamin-vitamin khusus untuk masyarakat menengah ke bawah. Logikanya harganya harus murah, tetapi ternyata ada yang dijual sampai Rp42.000 per kilogram. Ini tidak masuk akal, ini akal-akalan,” kata Amran.

Mayoritas Sampel Tidak Memenuhi Standar

Kementerian Pertanian telah melakukan pengujian terhadap berbagai sampel beras fortifikasi melalui tiga laboratorium berbeda.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sekitar 80 persen produk yang diuji dinyatakan tidak memenuhi standar fortifikasi yang berlaku. Bahkan, sebagian produk disebut bukan merupakan beras fortifikasi sebagaimana klaim pada kemasannya.

Selain itu, harga rata-rata beras fortifikasi yang diperiksa mencapai sekitar Rp22.665 per kilogram, jauh di atas harga eceran beras premium.

Amran menegaskan seluruh temuan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Dinilai Rugikan Konsumen dan Negara

Menurut Amran, penyimpangan tersebut tidak hanya merugikan konsumen karena membeli produk yang tidak sesuai klaim, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara.

Ia menjelaskan bahwa produksi beras nasional memperoleh berbagai bentuk dukungan pemerintah, mulai dari subsidi pupuk, irigasi, benih, bahan bakar, hingga alat pertanian.

Pemerintah sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp164 triliun untuk sektor pangan pada 2026. Dari jumlah itu, subsidi yang berkaitan dengan produksi beras fortifikasi diperkirakan mencapai sekitar Rp56 triliun.

Karena itu, menjual produk yang tidak memenuhi standar dengan harga sangat tinggi dinilai sebagai bentuk penyalahgunaan fasilitas negara.

Amran juga menyebut praktik tersebut berpotensi menyebabkan kerugian masyarakat hingga sekitar Rp71 triliun akibat harga yang tidak wajar.

Diduga Beralih dari Modus Beras Premium

Menteri Pertanian menduga pelaku beralih ke bisnis beras fortifikasi setelah pengawasan terhadap beras premium diperketat pemerintah.

Menurutnya, ruang untuk melakukan manipulasi pada beras premium kini semakin sempit sehingga sebagian pelaku diduga mengalihkan praktik serupa ke segmen beras fortifikasi yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memperketat pengawasan terhadap distribusi beras fortifikasi agar tujuan program peningkatan gizi masyarakat tetap tercapai dan konsumen tidak dirugikan oleh praktik perdagangan yang tidak sesuai ketentuan.

Pemerintah juga memastikan hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penegakan hukum maupun sanksi administratif terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #AmranSulaiman #BerasFortifikasi #Kementan #Pangan #JurnalPelopor
Previous Post

Ajax Cari Kiper Baru, Posisi Maarten Paes Mulai Terancam

Next Post

Bukan Tanpa Sebab, KA Taksaka Jadi “Anak Emas” PT KAI

musa

musa

Related Posts

1 agustus
Nasional

Inilah Deretan Hari Penting yang Diperingati pada 1 Agustus 2026

01/08/2026
pemerintah
Nasional

Tugas Pemerintah dan DPR Usai Putusan MK soal MBG

01/08/2026
taksaka
Nasional

Bukan Tanpa Sebab, KA Taksaka Jadi “Anak Emas” PT KAI

01/08/2026
kemenkes
Nasional

Kemenkes Ungkap Temuan Soal Kematian Dokter Internship

31/07/2026
amran
Nasional

Amran Desak Penindakan Dugaan Praktik Curang di Industri Beras

31/07/2026
persija
Nasional

Shin Tae-yong Ungkap Kans Persija Jumpa Persib di Empat Besar

31/07/2026
Next Post
taksaka

Bukan Tanpa Sebab, KA Taksaka Jadi "Anak Emas" PT KAI

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.