Jurnal Pelopor – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Kali ini, titik api terlihat membakar kawasan Bukit Kawinajang yang lebih dikenal wisatawan sebagai Bukit Teletubbies pada Kamis (10/9/2026) sore.
Kebakaran tersebut diketahui melalui video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, kobaran api tampak membakar area perbukitan yang dipenuhi vegetasi kering. Api bahkan terlihat semakin membesar karena kondisi angin yang cukup kencang di sekitar lokasi.
Titik Api Terlihat dari Video Warga
Belum diketahui secara pasti kapan api pertama kali muncul. Begitu pula dengan luas lahan yang terdampak kebakaran hingga Kamis malam masih dalam proses pendataan.
Kondisi angin menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan karena dapat membuat api lebih cepat menjalar ke area lain. Apalagi, kawasan Bromo memiliki hamparan padang savana dan vegetasi yang pada musim kemarau lebih mudah terbakar.
Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bambang Suriyono, membenarkan adanya titik api di kawasan Bukit Teletubbies.
“Iya benar (kebakaran), kami masih menuju lokasi,” kata Bambang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis malam.
Penyebab dan Luas Kebakaran Masih Diselidiki
Bambang menyebut pihaknya belum dapat memastikan luas area yang terbakar. Penyebab munculnya api juga masih belum diketahui.
Petugas masih bergerak menuju lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Setelah dilakukan pengecekan, nantinya akan diketahui seberapa luas area yang terbakar serta langkah penanganan yang perlu dilakukan.
Kebakaran di kawasan Bromo bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kawasan wisata tersebut juga sempat dilanda karhutla dengan area yang cukup luas.
Bromo Sempat Ditutup Akibat Karhutla
Kawasan wisata Gunung Bromo sebelumnya kembali dibuka untuk wisatawan setelah sempat mengalami kebakaran yang berlangsung sejak Kamis (20/8/2026).
Karhutla yang melanda kawasan TNBTS saat itu berlangsung selama 13 hari. Setelah api dinyatakan padam total, aktivitas wisata kemudian kembali dibuka.
Namun, munculnya titik api baru di Bukit Teletubbies menjadi perhatian tersendiri. Kondisi cuaca yang cenderung kering serta angin kencang dapat meningkatkan risiko kebakaran meluas apabila api tidak segera dikendalikan.
Hingga Kamis malam, petugas masih menuju lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran. Perkembangan mengenai luas lahan yang terbakar maupun penyebab munculnya api masih menunggu hasil pengecekan di lapangan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







