Jurnal Pelopor — Dunia bulu tangkis tanah air berduka. Status Indonesia sebagai pengoleksi gelar Piala Thomas terbanyak (14 gelar) seolah tak berbekas di Forum Horsens, Denmark. Tim Thomas Indonesia dipastikan tersingkir lebih awal setelah menderita kekalahan memalukan 1-4 dari tim kuda hitam, Prancis, pada laga penentuan Grup D.
Runtuhnya Sang Raja di Tangan Prancis
Indonesia gagal total dalam empat partai awal. Jonatan Christie, Alwi Farhan, hingga Anthony Sinisuka Ginting tak kuasa membendung agresivitas pemain-pemain Prancis. Bahkan, pasangan ganda Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga harus menyerah di tangan pasangan Eloi Adam/Leo Rossi.
Kemenangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di partai terakhir atas Popov bersaudara hanyalah menjadi hiburan tipis yang tidak mengubah nasib tim Merah Putih.
Pertama Kali dalam 68 Tahun
Kekalahan ini menjadi pil pahit yang sangat sulit ditelan. Sejak pertama kali berpartisipasi pada tahun 1958 hingga edisi 2024 (30 kali keikutsertaan), Indonesia memiliki rekor sempurna: selalu lolos dari fase grup.
Sebelum tragedi 2026 ini, pencapaian terburuk Indonesia adalah terhenti di babak perempat final pada edisi 2012. Hasil di Horsens ini pun resmi menjadi rapor paling merah sepanjang sejarah bulu tangkis Indonesia di ajang beregu putra paling bergengsi tersebut.
Klasemen Akhir Grup D
Meski mengoleksi dua kemenangan (atas Aljazair dan Thailand), Indonesia harus puas finis di posisi ketiga karena kalah perhitungan poin dan head-to-head.
-
Juara Grup: Thailand
-
Runner-up: Prancis (Lolos ke Perempat Final)
-
Peringkat 3: Indonesia (Tersingkir)
Riwayat Pencapaian Indonesia di Thomas Cup:
-
Juara: 14 kali
-
Runner-up: 8 kali
-
Semifinalis: 7 kali
-
Perempatfinalis: 1 kali (2012)
-
Fase Grup: 1 kali (2026)
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







