• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Aset Koruptor Disikat, Negara Kantongi Dana Rp 1 Triliunan

Rekor lelang aset sitaan menghasilkan lebih dari Rp1 triliun untuk kas negara melalui program pemulihan aset.

musa by musa
17/06/2026
in Jurnal
0
koruptor
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menunjukkan keseriusannya dalam memulihkan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi. Melalui Badan Pemulihan Aset (BPA), Kejagung berhasil menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp1,029 triliun ke Kementerian Keuangan. Dana fantastis tersebut berasal dari hasil lelang aset dalam ajang BPA Fair 2026 serta penelusuran aset milik buronan kasus korupsi Bank Bapindo, Eddy Tansil.

Penyerahan dana dilakukan pada Senin (15/6/2026) dan menjadi salah satu capaian terbesar Kejagung dalam upaya mengembalikan aset negara yang berasal dari tindak pidana korupsi. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa aset hasil kejahatan masih dapat dilacak dan dimanfaatkan kembali untuk kepentingan negara.

BPA Fair 2026 Cetak Hasil Fantastis

Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan, Kuntadi, mengungkapkan bahwa sebagian besar dana tersebut berasal dari penyelenggaraan BPA Fair 2026. Program yang menghadirkan berbagai aset sitaan untuk dilelang kepada masyarakat itu berhasil mencatat hasil luar biasa.

“PNBP hasil BPA Fair adalah sejumlah Rp978.191.839.000,” ujar Kuntadi.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap lelang aset sitaan menjadi faktor utama keberhasilan acara tersebut. Bahkan, tingkat keterjualan aset mencapai lebih dari 90 persen, angka yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang pelaksanaan lelang yang pernah dilakukan Kejaksaan.

Kuntadi menilai keberhasilan tersebut sekaligus menjawab keraguan publik mengenai transparansi pengelolaan aset sitaan negara. Masyarakat kini dapat melihat secara langsung proses lelang yang terbuka dan akuntabel.

Aset Buronan Eddy Tansil Berhasil Dilacak

Selain dari BPA Fair, Kejagung juga memperoleh tambahan pemasukan dari hasil penelusuran aset milik terpidana korupsi Eddy Tansil. Nama Eddy Tansil dikenal sebagai buronan kasus pembobolan kredit Bank Bapindo yang melarikan diri dari Lapas Cipinang pada tahun 1998.

Meski keberadaan Eddy hingga kini belum berhasil dipastikan, tim Badan Pemulihan Aset berhasil menemukan sejumlah aset yang masih terkait dengannya. Kuntadi menjelaskan bahwa pihaknya berhasil melacak uang tunai senilai Rp51,68 miliar.

Tak hanya itu, Kejagung juga menemukan 18 bidang tanah kosong serta dua bidang tanah berikut bangunannya dengan estimasi nilai mencapai Rp30,99 miliar. Temuan tersebut menjadi perkembangan penting dalam upaya negara mengejar aset hasil korupsi yang selama puluhan tahun belum sepenuhnya berhasil dipulihkan.

Bukti Pemulihan Aset Semakin Efektif

Keberhasilan BPA Fair dan penelusuran aset Eddy Tansil menunjukkan bahwa strategi pemulihan aset kini menjadi salah satu senjata utama dalam pemberantasan korupsi. Tidak hanya menghukum pelaku, negara juga berupaya mengembalikan kerugian yang ditimbulkan agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan.

Kejagung menegaskan bahwa upaya penelusuran aset para koruptor akan terus dilakukan, termasuk terhadap para buronan yang masih berada di luar negeri. Dengan capaian lebih dari Rp1 triliun yang berhasil disetor ke kas negara, Kejagung berharap kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum semakin meningkat.

Keberhasilan ini juga menjadi sinyal bahwa aset hasil korupsi tidak akan aman meski pelakunya telah lama melarikan diri. Negara terus mengejar, melacak, dan mengembalikan setiap rupiah yang menjadi hak rakyat Indonesia.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #Kejagung #LelangAset #AsetKoruptor #BPAFair2026 #KasNegara #PemulihanAset #JurnalPelopor #BeritaTerkini
Previous Post

Mahfud Soroti Masa Jabatan Kapolri, Sebut Tidak Sehat

Next Post

Guru Terdampak MBG Curhat, Gaji Menyusut dan Terancam

musa

musa

Related Posts

kpk
Politics

Siasat Pegawai KPK Diduga Peras Bupati Pemalang Terungkap

01/08/2026
febrie
Nasional

Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Nasib Febrie Belum Jelas

18/07/2026
terkaya
Nasional

Forbes Rilis Daftar Terbaru Orang Terkaya Indonesia Juli 2026

18/07/2026
kekerasan
Nasional

Dugaan Penipuan Menjerat Korban Kekerasan Seksual

18/07/2026
geypens
Olahraga

Tim Geypens Resmi Gabung Bali United, Tinggalkan FC Emmen

18/07/2026
kejagung
Nasional

Kejagung Bentuk Tim 9 untuk Usut Kasus Febrie Adriansyah

17/07/2026
Next Post
guru

Guru Terdampak MBG Curhat, Gaji Menyusut dan Terancam

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.