Jurnal Pelopor — PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) resmi menunjuk Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Pengangkatan adik Presiden RI Prabowo Subianto tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam agenda perusahaan yang tengah agresif memperluas bisnis infrastruktur digital di Indonesia.
Hashim menggantikan Hermansjah yang sebelumnya menjabat posisi Komisaris Utama. Selain itu, para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Fadel Muhammad sebagai Komisaris serta Doni Soetadi sebagai Komisaris Independen.
Perubahan jajaran komisaris dan direksi ini dinilai menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat tata kelola sekaligus mempercepat ekspansi bisnis di tengah tingginya kebutuhan konektivitas digital nasional.
Susunan Direksi Baru untuk Mendorong Pertumbuhan
Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menetapkan susunan direksi terbaru perusahaan. Hendrik Tee dipercaya mengisi posisi Direktur Utama dan akan didampingi oleh sejumlah direktur lainnya, yakni Shannedy Ong, Andrew, Yune Marketatmo, Mohammad Mustaghfirin, serta Henny Santoso.
Manajemen berharap formasi baru tersebut mampu menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai sepanjang tahun 2025 sekaligus memperkuat posisi perusahaan di sektor infrastruktur telekomunikasi dan layanan internet berbasis serat optik.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah perkembangan pesat industri digital nasional yang membutuhkan investasi besar, inovasi teknologi, serta tata kelola perusahaan yang kuat untuk menjaga kepercayaan pasar.
Pendapatan Melonjak 147 Persen
Sepanjang tahun 2025, WIFI berhasil membukukan kinerja keuangan yang sangat impresif. Perseroan mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp1,66 triliun atau melonjak 147 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp671,85 miliar.
Tidak hanya itu, perusahaan juga mencatat EBITDA sekitar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA mencapai 69 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya efisiensi operasional sekaligus kemampuan perusahaan dalam memaksimalkan pemanfaatan jaringan yang dimiliki.
Kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan tersebut berasal dari segmen infrastruktur telekomunikasi yang menjadi bisnis utama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Ekspansi Jaringan Terus Berlanjut
Dari sisi operasional, perusahaan juga terus memperluas jangkauan layanannya di berbagai daerah di Indonesia. Hingga akhir 2025, WIFI berhasil membangun sekitar 2,5 juta home pass dan mencatat 1,5 juta home connect.
Perseroan juga mampu mempertahankan tingkat take-up rate sebesar 60 persen, yang disebut sebagai salah satu yang tertinggi di industri telekomunikasi nasional.
Capaian tersebut dianggap mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet berkualitas sekaligus efektivitas strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan.
Momentum pertumbuhan itu bahkan masih berlanjut pada kuartal pertama 2026. Hingga 31 Maret 2026, WIFI kembali menambah sekitar 200 ribu home pass dan 200 ribu home connect baru.
Fokus pada Tata Kelola dan Keberlanjutan
Selain mengejar pertumbuhan bisnis, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam seluruh aktivitas usaha.
Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran disebut menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan investor serta memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Manajemen juga menilai pertumbuhan bisnis yang sehat harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan agar mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada perseroan. Dukungan tersebut menjadi landasan penting bagi keberhasilan perusahaan dalam membukukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025 sekaligus memperkuat posisi strategis kami untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar manajemen perseroan dalam keterangan resminya.
Dengan masuknya Hashim Djojohadikusumo ke jajaran komisaris utama, pasar kini menantikan langkah strategis berikutnya dari WIFI dalam memperluas jaringan infrastruktur digital dan mempercepat transformasi konektivitas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses internet berkualitas.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







