Jurnal Pelopor – Tsunami kecil dilaporkan terjadi di wilayah Bonea, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/8/2026), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang yang masuk ke kawasan pesisir tersebut tidak dilaporkan memicu kerusakan besar pada struktur bangunan, namun tetap membuat warga di sekitar pantai harus waspada.
Fenomena tersebut menjadi salah satu dampak yang muncul setelah gempa kuat mengguncang wilayah Flores pada Sabtu pagi. Gempa utama yang berpusat di laut sebelumnya sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.
Air Laut Masuk ke Permukiman
Tsunami kecil di Bonea terlihat dalam bentuk genangan air laut yang masuk ke wilayah pesisir. Meskipun ketinggian gelombang tidak sampai menimbulkan kerusakan berat, air asin tetap dapat membawa dampak bagi masyarakat yang tinggal di sekitar garis pantai.
Genangan air laut berpotensi merusak berbagai perabotan rumah tangga yang terkena air. Selain itu, air asin juga dapat mencemari sumber air bersih sehingga warga perlu berhati-hati sebelum menggunakan sumur atau sumber air yang terdampak genangan.
Air yang masuk ke permukiman juga dapat meninggalkan lumpur, pasir, serta sampah yang terbawa dari laut. Kondisi tersebut membuat warga harus membersihkan lingkungan setelah air kembali surut.
Warga Pesisir Diminta Tetap Waspada
Meski tsunami yang terjadi tergolong kecil, masyarakat pesisir tetap perlu memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan gempa dan kondisi laut.
Sebelumnya, gempa M7,7 di wilayah Flores memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah daerah. BMKG kemudian menyatakan peringatan dini tersebut telah berakhir setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut.
Namun, aktivitas gempa susulan masih terjadi di sekitar wilayah Flores. Sejumlah gempa susulan bahkan tercatat memiliki kekuatan di atas magnitudo 5.
Dampak Tidak Hanya dari Gelombang Tinggi
Tsunami tidak selalu datang dalam bentuk gelombang besar yang langsung menghancurkan bangunan. Gelombang yang relatif kecil sekalipun dapat menimbulkan masalah bagi kawasan pesisir apabila air laut masuk ke permukiman.
Selain merusak barang-barang rumah tangga, genangan air asin dapat mengganggu kualitas sumber air dan meninggalkan material yang terbawa dari laut. Karena itu, warga terdampak perlu memastikan kondisi sumber air sebelum digunakan kembali serta membersihkan lingkungan dari lumpur dan sampah.
Peristiwa di Bonea menjadi pengingat bahwa dampak gempa kuat di laut dapat dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh dari pusat gempa. Masyarakat di kawasan pesisir diimbau tetap mengikuti informasi dari otoritas terkait dan segera menjauh dari pantai apabila kembali merasakan gempa kuat atau menerima peringatan tsunami.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






