• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Science

Erupsi Terjadi Bersamaan di Empat Gunung, Apa Penyebabnya?

Empat gunung api erupsi hampir bersamaan, namun aktivitas tersebut tidak menunjukkan adanya jalur magma yang saling terhubung.

musa by musa
07/09/2026
in Science
0
erupsi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Empat gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang relatif berdekatan pada Minggu (6/9/2026). Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan apakah aktivitas vulkanik di satu gunung berkaitan dengan erupsi gunung lainnya.

Gunung yang dilaporkan mengalami erupsi tersebut adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

Bagian dari Dinamika Cincin Api

Ahli gempa dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengatakan erupsi yang terjadi secara bersamaan merupakan bagian dari dinamika tektonik global di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Menurutnya, Indonesia berada di wilayah konvergensi tektonik yang sangat kompleks. Sejumlah lempeng bumi, termasuk Indo-Australia, Pasifik, dan Filipina, bergerak dan menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

Kondisi tektonik tersebut membuat Indonesia memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi. Meski demikian, kemunculan erupsi secara berdekatan tidak serta-merta berarti keempat gunung tersebut saling memicu.

Tidak Ada Jalur Magma yang Menghubungkan

Daryono menjelaskan tidak terdapat mekanisme berupa satu jaringan saluran magma bawah tanah yang menghubungkan dapur magma keempat gunung tersebut. Dengan demikian, erupsi Anak Krakatau tidak secara langsung menyebabkan Semeru, Ili Lewotolok, atau Ibu ikut meletus.

Erupsi yang waktunya berdekatan lebih berkaitan dengan kondisi masing-masing sistem vulkanik. Setiap gunung memiliki dapur magma dan karakteristik tersendiri yang dapat mengalami peningkatan tekanan fluida maupun magma hingga mencapai kondisi kritis.

“Perbedaan ketinggian kolom abu dari masing-masing erupsi mencerminkan variasi dinamika erupsi, tingkat viskositas magma, serta kandungan gas vulkanik,” jelas Daryono.

Ketinggian Kolom Abu Berbeda

Karakter erupsi masing-masing gunung juga menentukan seberapa jauh material vulkanik dapat tersebar. Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu yang memiliki dampak sebaran abu cukup luas. Material vulkaniknya dilaporkan terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Menurut Daryono, luasnya sebaran tersebut menunjukkan material erupsi Anak Krakatau dapat mencapai lapisan troposfer dan kemudian terbawa sirkulasi angin regional.

Sementara itu, erupsi Gunung Semeru menghasilkan kolom abu sekitar 1.000 meter. Gunung Ili Lewotolok mencapai sekitar 600 meter, sedangkan Gunung Ibu sekitar 400 meter.

Perbedaan ketinggian kolom erupsi tersebut turut memengaruhi pola dan jangkauan sebaran abu vulkanik di masing-masing wilayah.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #GunungApi #Erupsi #AnakKrakatau #Semeru #IliLewotolok #GunungIbu #RingOfFire #BeritaIndonesia
Previous Post

Garuda Muda Lolos, Theo Leeming Ungkap Rasa Bahagianya

Next Post

Arah Abu Anak Krakatau Berubah Berdasarkan Ketinggian

musa

musa

Related Posts

duduk
Science

Terlalu Lama Duduk, Risiko Kanker Bisa Meningkat

02/09/2026
langit
Science

Jangan Lewatkan! Ini Fenomena Langit September 2026

02/09/2026
roket
Science

RI Siapkan Roket Buatan Sendiri, Target Uji Terbang 2029

26/08/2026
sawit
Science

Tyto Alba, Predator Alami yang Jadi Andalan Perkebunan Sawit

25/08/2026
hewan
Science

Sungai Mara Jadi Medan Hidup-Mati Jutaan Hewan Afrika

25/08/2026
bosan
Science

Anak Bosan? Jangan Selalu Dicarikan Aktivitas, Ini Alasannya

24/08/2026
Next Post
krakatau

Arah Abu Anak Krakatau Berubah Berdasarkan Ketinggian

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.