• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Empat Jurnalis Indonesia Dicegat Israel Saat Menuju Gaza.

Empat jurnalis asal Indonesia turut dicegat militer Israel saat ikut misi pelayaran kemanusiaan menuju Gaza.

musa by musa
19/05/2026
in Jurnal
0
jurnalis
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Empat jurnalis asal Indonesia turut menjadi korban dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 ke Gaza, Palestina. Armada tersebut diadang oleh militer Israel (Israel Defense Forces/IDF).

Para jurnalis tersebut adalah dua wartawan Republika, yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, serta jurnalis dari GPCI Rahendro Herubowo.

Mengutip dari akun Instagram resmi GPCI, total ada sembilan warga negara Indonesia (WNI) termasuk para jurnalis tersebut yang terlibat dalam pelayaran kemanusiaan ini. Sembilan WNI itu adalah Herman Budianto Sudarsono, Ronggo Wirasanu, Andi Angga Prasadewa, Aras Asad Muhammad, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, Thoudy Badai, dan Bambang Noroyono.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengonfirmasi bahwa dua jurnalisnya berada dalam misi tersebut untuk melakukan tugas jurnalistik meliput kegiatan pelayaran kemanusiaan.

“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti,” ujar Andi dalam pernyataan resminya, Senin (18/5/2026) petang.

Andi menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan oleh militer Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

“Tindakan ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia,” katanya menambahkan.

Pesan Darurat dari Atas Kapal

Melalui akun media sosial Republika, pihak media merilis video pesan darurat (SOS) dari Abeng usai penangkapan. Pengiriman video tersebut menjadi tanda bahwa kapal yang mereka tumpangi telah dicegat dan penumpangnya ditahan oleh tentara IDF.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Israel,” ujar Abeng dalam video tersebut.

Sebelumnya, Koalisi Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada mereka. Pasukan Israel dilaporkan mulai menaiki kapal pertama pada siang hari di siang bolong.

Armada Dibawa ke Pelabuhan Ashdod

Selain sembilan WNI, setidaknya ada 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai belahan dunia yang turut ditangkap oleh Israel dalam misi ini. Media Israel melaporkan bahwa para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, pelabuhan terbesar di Israel, setelah operasi militer selesai dilakukan.

Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi tersebut dan memerintahkan seluruh kapal dalam armada kemanusiaan untuk mematikan mesin. Menurut laporan awal, armada bantuan tersebut dicegat di lepas pantai Siprus.

Armada Global Sumud sendiri terdiri atas 54 kapal yang bertolak dari Distrik Marmaris di pesisir Mediterania, Turkiye, pada Kamis lalu. Misi ini merupakan upaya terbaru dunia internasional untuk menembus blokade ketat Israel terhadap Jalur Gaza yang telah diberlakukan sejak musim panas tahun 2007.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #JurnalisIndonesia #Gaza #Palestina #MisiKemanusiaan #GlobalPeaceConvoy #KebebasanPers #BeritaTerkini
Previous Post

Alasan Rupiah Sulit Menguat Seperti Era Habibie Terungkap.

Next Post

MPR Pastikan Final Cerdas Cermat Kalbar Tidak Diulang.

musa

musa

Related Posts

cerdas cermat
Nasional

MPR Pastikan Final Cerdas Cermat Kalbar Tidak Diulang.

19/05/2026
habibie
Nasional

Alasan Rupiah Sulit Menguat Seperti Era Habibie Terungkap.

19/05/2026
kejaksaan
Nasional

BPA Kejaksaan Lelang Barang Sitaan Murah Hingga Mahal.

19/05/2026
jose
Olahraga

Jose Mourinho Segera Teken Kontrak Dengan Real Madrid.

19/05/2026
john herdman
Olahraga

John Herdman Prioritaskan Pemain Muda Untuk Timnas Indonesia.

19/05/2026
cristiano ronaldo
Olahraga

Cristiano Ronaldo Berpeluang Raih Dua Gelar Akhir Pekan.

16/05/2026
Next Post
cerdas cermat

MPR Pastikan Final Cerdas Cermat Kalbar Tidak Diulang.

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.