Jurnal Pelopor — Di sebuah gang kecil di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, aroma singkong goreng terus mengepul dari dapur-dapur produksi warga. Kawasan yang kini dikenal sebagai “Kampung Singkong” itu menjadi salah satu pusat oleh-oleh khas Salatiga yang ramai dikunjungi wisatawan.
Namun di balik ramainya usaha olahan singkong tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang mantan narapidana yang berhasil mengubah masa lalunya menjadi jalan kesuksesan.
Dia adalah Hardadi, pendiri brand Singkong Keju D9 yang kini mampu memproduksi hingga 5-8 ton singkong per hari.
Nama D9 Ternyata Berasal dari Sel Penjara
Nama “D9” yang melekat pada usahanya ternyata bukan sekadar merek dagang biasa. Hardadi mengaku nama itu diambil dari blok dan nomor sel tempat dirinya pernah menjalani hukuman kasus narkoba di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta.
“D9 itu blok. Blok D itu blok narkoba, 9 itu nomor kamar,” ujar Hardadi.
Alih-alih menutupi masa lalunya, Hardadi justru menjadikan nama tersebut sebagai pengingat perjalanan hidupnya. Baginya, D9 menjadi simbol hijrah dan titik awal perubahan besar dalam hidupnya.
“Dari rutan itu saya punya semangat untuk hijrah,” katanya.
Berawal dari Jualan Nasi dan Dapur Sederhana
Perjalanan membangun usaha ternyata tidak mudah. Setelah keluar dari penjara, Hardadi sempat berjualan nasi demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Di saat bersamaan, makanan khas Salatiga seperti getuk kethek sedang populer dan banyak diliput televisi nasional. Namun Hardadi tidak ingin hanya ikut tren.
Ia kemudian teringat metode memasak singkong dua kali yang pernah ia lihat saat berada di Jakarta. Dari situlah muncul ide membuat singkong keju dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang berbeda dari olahan singkong biasa.
Dengan modal terbatas dan dapur sederhana, Hardadi mulai bereksperimen membuat resepnya sendiri.
Kini Produksi Capai 8 Ton Sehari
Usaha kecil itu perlahan berkembang pesat. Singkong Keju D9 mulai dikenal luas hingga akhirnya menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Salatiga.
Kini, produksi singkong mereka bisa mencapai 5 hingga 8 ton per hari. Tak hanya menghidupi keluarganya, usaha tersebut juga membuka lapangan kerja bagi banyak warga sekitar.
Gang kecil yang dulu biasa saja kini berubah menjadi sentra UMKM yang hidup dan ramai dikunjungi pembeli dari berbagai daerah.
Bukti Kesempatan Kedua Bisa Mengubah Hidup
Kisah Hardadi menjadi bukti bahwa masa lalu kelam tidak selalu menentukan masa depan seseorang. Dari seorang narapidana kasus narkoba, ia berhasil bangkit menjadi pengusaha yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Perjalanan Singkong Keju D9 juga menunjukkan bagaimana usaha sederhana berbasis pangan lokal bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi kampung.
Di balik gurihnya singkong keju yang kini terkenal, tersimpan cerita tentang penyesalan, perjuangan, dan kesempatan kedua yang berhasil diubah menjadi harapan baru.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







