• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Business

Dulu Penghuni Sel D9, Kini Jadi Penggerak Kampung Singkong

Dari mantan narapidana hingga pengusaha sukses, Hardadi mengangkat Kampung Singkong Salatiga lewat usaha Singkong Keju D9 viral.

musa by musa
21/05/2026
in Jurnal
0
singkong
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor —  Di sebuah gang kecil di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Salatiga, aroma singkong goreng terus mengepul dari dapur-dapur produksi warga. Kawasan yang kini dikenal sebagai “Kampung Singkong” itu menjadi salah satu pusat oleh-oleh khas Salatiga yang ramai dikunjungi wisatawan.

Namun di balik ramainya usaha olahan singkong tersebut, tersimpan kisah perjuangan seorang mantan narapidana yang berhasil mengubah masa lalunya menjadi jalan kesuksesan.

Dia adalah Hardadi, pendiri brand Singkong Keju D9 yang kini mampu memproduksi hingga 5-8 ton singkong per hari.

Nama D9 Ternyata Berasal dari Sel Penjara

Nama “D9” yang melekat pada usahanya ternyata bukan sekadar merek dagang biasa. Hardadi mengaku nama itu diambil dari blok dan nomor sel tempat dirinya pernah menjalani hukuman kasus narkoba di Rumah Tahanan Kelas I Surakarta.

“D9 itu blok. Blok D itu blok narkoba, 9 itu nomor kamar,” ujar Hardadi.

Alih-alih menutupi masa lalunya, Hardadi justru menjadikan nama tersebut sebagai pengingat perjalanan hidupnya. Baginya, D9 menjadi simbol hijrah dan titik awal perubahan besar dalam hidupnya.

“Dari rutan itu saya punya semangat untuk hijrah,” katanya.

Berawal dari Jualan Nasi dan Dapur Sederhana

Perjalanan membangun usaha ternyata tidak mudah. Setelah keluar dari penjara, Hardadi sempat berjualan nasi demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Di saat bersamaan, makanan khas Salatiga seperti getuk kethek sedang populer dan banyak diliput televisi nasional. Namun Hardadi tidak ingin hanya ikut tren.

Ia kemudian teringat metode memasak singkong dua kali yang pernah ia lihat saat berada di Jakarta. Dari situlah muncul ide membuat singkong keju dengan tekstur lembut dan rasa gurih yang berbeda dari olahan singkong biasa.

Dengan modal terbatas dan dapur sederhana, Hardadi mulai bereksperimen membuat resepnya sendiri.

Kini Produksi Capai 8 Ton Sehari

Usaha kecil itu perlahan berkembang pesat. Singkong Keju D9 mulai dikenal luas hingga akhirnya menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Salatiga.

Kini, produksi singkong mereka bisa mencapai 5 hingga 8 ton per hari. Tak hanya menghidupi keluarganya, usaha tersebut juga membuka lapangan kerja bagi banyak warga sekitar.

Gang kecil yang dulu biasa saja kini berubah menjadi sentra UMKM yang hidup dan ramai dikunjungi pembeli dari berbagai daerah.

Bukti Kesempatan Kedua Bisa Mengubah Hidup

Kisah Hardadi menjadi bukti bahwa masa lalu kelam tidak selalu menentukan masa depan seseorang. Dari seorang narapidana kasus narkoba, ia berhasil bangkit menjadi pengusaha yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Perjalanan Singkong Keju D9 juga menunjukkan bagaimana usaha sederhana berbasis pangan lokal bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi kampung.

Di balik gurihnya singkong keju yang kini terkenal, tersimpan cerita tentang penyesalan, perjuangan, dan kesempatan kedua yang berhasil diubah menjadi harapan baru.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v

Tags: #UMKM #Salatiga #KampungSingkong #Inspiratif #UsahaRakyat #EkonomiKreatif #JurnalPelopor
Previous Post

Di DPR, Prabowo Ungkap Target Ambisius Ekonomi 2027

Next Post

Andrie Yunus Hanya Bisa Bedakan Cahaya usai Insiden Air Keras

musa

musa

Related Posts

yunus
Nasional

Andrie Yunus Hanya Bisa Bedakan Cahaya usai Insiden Air Keras

21/05/2026
ekonomi
Nasional

Di DPR, Prabowo Ungkap Target Ambisius Ekonomi 2027

21/05/2026
teddy
Nasional

Kasus Alutsista Seret Brigjen Teddy hingga Divonis Seumur Hidup

21/05/2026
saka
Olahraga

Saka dan Lewis-Skelly Balas Ejekan “Bottlers” dengan Gelar Juara

21/05/2026
paripurna
Nasional

Prabowo Datang ke Paripurna DPR, Istana Ungkap Alasannya

20/05/2026
kemendikdasmen
Nasional

Kemendikdasmen Klarifikasi Isu Larangan Guru Non-ASN di 2027

20/05/2026
Next Post
yunus

Andrie Yunus Hanya Bisa Bedakan Cahaya usai Insiden Air Keras

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.