• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Lifestyle Health

Dokter Ingatkan Bahaya Begadang bagi Kesehatan Otak

Dokter menjelaskan kebiasaan begadang dan kurang tidur berkepanjangan dapat mengganggu proses pemulihan alami otak serta memengaruhi kesehatan.

musa by musa
19/10/2026
in Health
0
Dokter Ingatkan Bahaya Begadang bagi Kesehatan Otak
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Kebiasaan begadang demi pekerjaan atau hiburan ternyata dapat berdampak serius bagi kesehatan. Meski tubuh terasa terbiasa tidur hanya 4–5 jam sehari, kondisi tersebut bukan berarti tubuh telah beradaptasi dengan kekurangan tidur.

Dokter saraf dari Brain Wellness & Sleep Center Seraphim Medical Center, dr. Oktaviana Niken P, SpN, menjelaskan bahwa tidur malam memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak. Saat tidur, otak menjalankan mekanisme alami untuk membersihkan sisa metabolisme yang menumpuk selama beraktivitas.

Tidur Malam Berperan Penting bagi Otak

Menurut dr. Niken, gangguan tidur yang terjadi sesekali umumnya tidak menjadi masalah besar. Namun, jika berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang, kurang tidur dapat mengganggu proses pemulihan alami otak.

Ia menegaskan bahwa seseorang mungkin merasa sudah terbiasa dengan pola tidur yang tidak teratur. Padahal, yang sebenarnya menyesuaikan diri hanyalah kebiasaan, bukan kebutuhan biologis tubuh.

Dengan demikian, kebiasaan begadang tidak seharusnya dianggap aman hanya karena seseorang masih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa merasa terlalu lelah.

Konsentrasi Menurun hingga Risiko Penyakit Meningkat

Dampak kurang tidur berkepanjangan tidak hanya berkaitan dengan rasa kantuk pada siang hari. Kondisi ini juga dapat mengganggu konsentrasi, kestabilan emosi, dan suasana hati.

Dr. Niken menjelaskan bahwa kekurangan tidur dalam jangka panjang turut berkaitan dengan gangguan metabolisme dan peningkatan hormon stres, yaitu kortisol.

“Kurang konsentrasi, mood terganggu, emosi terganggu,” jelasnya saat diwawancarai detikcom pada Kamis (8/10/2026).

Selain itu, pola tidur yang buruk dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi dan gangguan metabolik. Perubahan hormon stres juga dapat berkaitan dengan kenaikan berat badan.

Karena itu, menjaga waktu tidur menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kesehatan tubuh, bukan sekadar cara menghilangkan rasa lelah setelah bekerja.

Tidur Lebih Lama saat Akhir Pekan Bukan Solusi Utama

Sebagian orang memilih tidur lebih lama pada Sabtu atau Minggu untuk mengganti waktu tidur yang hilang selama hari kerja. Namun, kebiasaan tersebut tidak sepenuhnya menggantikan manfaat tidur yang cukup dan teratur setiap malam.

Untuk menjaga kualitas tidur, beberapa langkah sederhana dapat diterapkan. Pertama, tentukan jadwal tidur dan bangun yang konsisten. Kedua, batasi konsumsi kafein menjelang waktu tidur. Ketiga, kurangi penggunaan gawai sebelum beristirahat.

Selain itu, ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan minim gangguan. Langkah-langkah tersebut membantu membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat.

Pada akhirnya, tidur bukanlah waktu yang terbuang, melainkan bagian penting dari pemeliharaan kesehatan otak dan tubuh. Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, berkonsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menemukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Bagaimana dengan kebiasaan tidur Anda? Apakah masih sering begadang dan mengandalkan tidur lebih lama saat akhir pekan untuk menggantinya?

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Previous Post

Bekas Karhutla 5,9 Hektare di Dharmasraya Ditanami Sawit

Next Post

Hutan Gunung Lawu Terbakar 100 Hektare, Berpotensi Merembet

musa

musa

Related Posts

berdiri
Health

Bisa Berdiri Satu Kaki 10 Detik, Benarkah Tanda Umur Panjang?

27/08/2026
sayuran
Health

5 Sayuran yang Perlu Dibatasi Penderita Asam Urat

16/08/2026
perut
Health

Jangan Salah Kira, Nyeri Perut dan Mual Bisa Jadi Batu Ginjal

14/08/2026
down
Health

Skrining Down Syndrome Sejak Awal Kehamilan, Ini Manfaatnya

07/08/2026
pria
Health

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

29/07/2026
stroke
Health

Teh Berpotensi Bantu Kurangi Risiko Stroke, Ini Temuan Studinya

21/07/2026
Next Post
Hutan Gunung Lawu Terbakar 100 Hektare, Berpotensi Merembet

Hutan Gunung Lawu Terbakar 100 Hektare, Berpotensi Merembet

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.