Jurnal Pelopor – Suzuki RGR 150 kembali menjadi perhatian setelah penyanyi Ariel NOAH mendapatkan motor legendaris tersebut sebagai hadiah ulang tahun dari Gading Marten. Motor sport 2-tak yang populer pada era 1990-an itu memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemar kendaraan klasik.
Hadiah tersebut bukan hanya menarik karena diberikan kepada seorang musisi terkenal. RGR 150 juga memiliki nilai nostalgia bagi Ariel karena motor tersebut disebut pernah digunakannya ketika masih muda. Karena itu, pemberian dari Gading Marten langsung membuat motor lawas Suzuki tersebut kembali ramai diperbincangkan.
Kini, RGR 150 sudah tidak lagi diproduksi dan jumlah unit yang beredar semakin terbatas. Kondisi tersebut membuat harga motor bekasnya cukup beragam. Lantas, berapa sebenarnya dana yang perlu disiapkan untuk mendapatkan Suzuki RGR 150?
Harga RGR 150 Mulai Belasan Juta
Menurut Mulyanto, seorang penggemar motor klasik, harga Suzuki RGR 150 saat ini berada di kisaran belasan juta hingga puluhan juta rupiah. Besarnya harga sangat bergantung pada kondisi motor yang ditawarkan.
Untuk unit dengan kondisi biasa, harganya bisa berada di sekitar Rp10 juta hingga Rp18 jutaan. Sementara itu, unit yang kondisinya sangat baik dapat memiliki harga lebih dari Rp20 juta.
“Setahu saya sih, belasan juta rupiah, antara Rp10 juta hingga Rp18 jutaan. Di atas Rp20 jutaan ada, tapi pasti sudah bagus. Di bawah Rp10 juta ada, bahan biasanya,” ujar Mulyanto.
Artinya, calon pembeli tidak selalu harus menyiapkan dana sangat besar untuk memiliki RGR 150. Motor dengan kondisi standar atau membutuhkan restorasi masih bisa ditemukan dengan harga di bawah Rp20 juta.
Namun, pembeli perlu memperhatikan kondisi unit secara menyeluruh. Kondisi mesin, kelengkapan komponen, tingkat keaslian, hingga kualitas restorasi dapat memengaruhi harga jual motor tersebut.
Kelangkaan Membuat Kondisi Jadi Penentu
Sebagai motor yang sudah berusia puluhan tahun, mendapatkan Suzuki RGR 150 dalam kondisi baik tentu tidak semudah membeli motor baru. Kelengkapan suku cadang dan komponen orisinal juga menjadi salah satu pertimbangan bagi penggemar motor klasik.
Unit yang masih mempertahankan tampilan mendekati kondisi standar pabrik biasanya memiliki daya tarik lebih bagi kolektor. Sebaliknya, motor yang membutuhkan banyak perbaikan dapat dijual dengan harga lebih rendah.
Karena itu, selisih harga antara satu unit dengan unit lainnya bisa cukup jauh. Pembeli sebaiknya tidak hanya melihat angka yang tertera pada iklan, tetapi juga memeriksa kondisi mesin, rangka, kelistrikan, bodi, serta komponen lainnya.
Beda Kelas dengan Honda NSR 150
Suzuki RGR 150 memang sama-sama dikenal sebagai motor sport 2-tak dari era 1990-an. Namun, karakter dan posisi pasarnya berbeda dengan Honda NSR 150 yang juga menjadi incaran kolektor.
Honda NSR 150 memiliki kelas yang berbeda dan harga pasarnya dapat jauh lebih tinggi. Beberapa unit dengan kondisi tertentu bahkan dipasarkan hingga ratusan juta rupiah.
Sementara itu, Suzuki RGR 150 masih berada pada rentang harga yang relatif lebih terjangkau. Meski begitu, kelangkaannya membuat motor ini tetap menarik bagi penggemar kendaraan klasik.
Popularitas RGR 150 kembali meningkat setelah motor tersebut diberikan kepada Ariel NOAH. Momen itu sekaligus mengingatkan publik bahwa motor 2-tak lawas masih memiliki nilai nostalgia dan daya tarik tersendiri.
Bagi penggemar motor klasik, harga bukan satu-satunya pertimbangan. Keaslian, kondisi, sejarah penggunaan, serta kelengkapan motor justru bisa menjadi faktor penting dalam menentukan nilai sebuah RGR 150.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







