Jurnal Pelopor – Aktivitas Denada saat memasak belakangan menarik perhatian publik. Gerakannya yang terlihat lambat ketika memotong sayuran membuat sejumlah netizen merasa terhibur sekaligus penasaran.
Namun, bagi Denada, kegiatan sederhana di dapur tersebut ternyata memiliki manfaat tersendiri. Ia mengaku aktivitas menyiapkan bahan makanan justru membantunya melatih kesabaran.
Memotong Sayur Jadi Aktivitas Terapeutik
Denada menyebut dirinya baru menyadari bahwa kegiatan memasak, khususnya memotong sayuran dan menyiapkan bahan makanan, dapat memberikan efek positif bagi dirinya. Menurutnya, meski dilakukan dengan gerakan yang tidak cepat, aktivitas tersebut membuatnya merasa bahagia sekaligus melatih kesabaran.
“Iya, selama itu membuatku bahagia. Aku baru menyadari kalau kegiatan memotong sayur dan menyiapkan bahan masakan itu sangat terapeutik. Meskipun lambat, itu sangat melatih kesabaranku,” ujar Denada.
Ia pun tidak mempermasalahkan perhatian publik terhadap caranya memasak. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Pernah Terpaksa Masak Saat Tinggal di Singapura
Denada juga mengungkap bahwa kebiasaannya memasak bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ketika tinggal di Singapura, ia sempat berada dalam kondisi yang mengharuskannya menyiapkan makanan sendiri.
Keadaan ekonomi saat itu membuat Denada harus memasak setiap hari demi memenuhi kebutuhan sang buah hati.
“Kalau waktu di Singapura itu memang kondisi yang mengharuskan aku masak sendiri. Mau nggak mau ya harus dilakukan,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin terbiasa berada di dapur, meskipun memasak bukan bidang yang menjadi keahlian utamanya.
Santai Tanggapi Tuduhan Cari Viral
Denada juga memberikan tanggapan terhadap anggapan netizen yang menilai dirinya sengaja terlihat bingung atau lambat saat memasak demi mendapatkan perhatian dan menjadi viral.
Ia tidak sepenuhnya membantah bahwa konten media sosial memang dibuat untuk menarik perhatian. Namun, menurut Denada, publik juga perlu memahami bahwa apa yang ditampilkan di media sosial tidak selalu menggambarkan keseluruhan realitas.
“Segala sesuatu yang kita publish ke media sosial itu kan belum tentu semuanya riil. Jadi penonton memang harus pintar-pintar melihatnya. Namanya konten, tujuannya ya memang untuk mendapatkan respons yang bagus,” jelasnya.
Lebih Percaya Diri di Panggung
Meski disebut memiliki kemampuan membuat sop ayam, Denada tetap mengakui bahwa memasak bukanlah keahlian utamanya. Sop ayam menjadi salah satu menu yang sering ia buat karena dianggap mudah dan memiliki nilai gizi yang baik untuk putrinya, Aisha.
Namun, jika berbicara mengenai kemampuan yang paling dikuasainya, Denada lebih percaya diri ketika berada di atas panggung. Ia menyebut musik, rap, dan Zumba sebagai bidang yang lebih dekat dengan dirinya.
“Sop ayam itu resep pertama yang aku pelajari dan aku bikin terus-menerus karena paling gampang dan nutrisinya paling bagus buat Aisha. Jadi kalau dibilang bisa, ya memang bisa, tapi tetap itu bukan keahlian utamaku. Keahlianku itu ya Zumba atau ngerap,” pungkas Denada.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






