Jurnal Pelopor – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Argopuro, Jawa Timur, terus meluas hingga mendekati kawasan Savana Cikasur. Kondisi tersebut membuat seluruh jalur pendakian Gunung Argopuro ditutup sementara demi keselamatan pendaki dan petugas.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur resmi menghentikan seluruh aktivitas pendakian sejak Senin, 7 September 2026.
Api Meluas ke Arah Savana Cikasur
Penutupan dilakukan setelah kebakaran yang berada di wilayah barat kawasan Argopuro dilaporkan terus meluas dan bergerak mendekati Savana Cikasur. Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran sekaligus memastikan keselamatan para pendaki.
Menurutnya, kondisi medan yang curam menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Petugas gabungan saat ini berupaya menahan pergerakan api agar tidak semakin mendekati kawasan savana.
“Kami menutup akses kunjungan untuk meminimalisasi risiko kebakaran hutan yang saat ini sudah membakar area atas,” ujar Nur Patria, Selasa (8/9/2026).
Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Keputusan penutupan seluruh jalur pendakian tersebut tertuang dalam Surat Edaran BBKSDA Jawa Timur Nomor PG.2266/K.2-BIDTEK/KSA-04.01/9/2026.
Penutupan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. BBKSDA Jatim belum memastikan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka karena akses baru akan dipulihkan setelah kondisi kawasan dinilai benar-benar aman dan kondusif.
BBKSDA juga meminta calon maupun pendaki yang telah memiliki rencana perjalanan untuk mematuhi kebijakan tersebut.
“Demi keselamatan kami berharap agar penutupan ini dipatuhi,” tegas Nur Patria.
Pendaki Bisa Ajukan Pengembalian Dana
Bagi pendaki yang sudah membeli tiket sebelum penutupan diberlakukan, BBKSDA Jawa Timur menyediakan fasilitas pengembalian dana secara penuh atau full refund melalui layanan daring.
Pendaki dapat mengajukan pengembalian dana dengan memasukkan data pemesanan dan mengikuti proses verifikasi yang tersedia dalam sistem. Setelah pengajuan dilakukan, proses pencairan akan ditangani oleh tim administrasi BBKSDA Jawa Timur.
Keselamatan Jadi Prioritas
Penutupan seluruh jalur pendakian dilakukan sebagai langkah pencegahan mengingat kebakaran masih berlangsung dan kondisi medan menyulitkan proses penanganan.
Selain melindungi pendaki, kebijakan tersebut juga bertujuan memberikan ruang bagi petugas gabungan untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api tanpa adanya aktivitas kunjungan di kawasan terdampak.
BBKSDA Jatim akan mempertimbangkan pembukaan kembali jalur pendakian setelah situasi kebakaran terkendali dan kawasan dinyatakan aman untuk dikunjungi.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







