• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Science

Paparan Berita Bencana Terus-Menerus Bisa Bikin Apatis

Paparan berita bencana tanpa henti dapat membuat otak merasa terus terancam hingga memicu kecemasan, kelelahan emosional, dan apatis.

musa by musa
09/09/2026
in Science
0
apatis
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Berbagai bencana yang terjadi secara beruntun dan terus diberitakan dapat memengaruhi kondisi emosional masyarakat. Paparan informasi mengenai kejadian buruk secara terus-menerus bahkan bisa membuat seseorang mengalami kelelahan emosional hingga akhirnya menjadi apatis terhadap lingkungan sekitarnya.

Psikolog Meity Arianty menjelaskan, kondisi tersebut dapat muncul ketika seseorang terlalu sering berada dalam situasi yang dianggap mengancam, termasuk melalui paparan berita dan informasi bencana.

Otak Terus Merasa Berada dalam Ancaman

Menurut Meity, ketika informasi mengenai bencana datang tanpa henti, otak dapat menangkap keadaan seolah-olah ancaman selalu berada di sekitar. Situasi tersebut dapat memicu berbagai respons emosional, mulai dari kecemasan, mudah marah, hingga munculnya rasa pesimis terhadap keadaan.

“Kita terus menerus apalagi bencana belum satu-satu lagi. Jadi secara emosional kita jadi kayak lelah,” ujar Meity dalam tayangan detikPagi, Selasa (8/9/2026).

Kelelahan emosional itu, lanjutnya, tidak selalu ditunjukkan dengan rasa cemas. Pada sebagian orang, respons yang muncul justru berupa sikap tidak peduli terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Apatis Bisa Menjadi Bentuk Perlindungan Diri

Sikap apatis dalam kondisi tersebut dapat menjadi salah satu cara otak melindungi diri dari beban emosi yang dirasakan terlalu berat. Ketika terus-menerus menerima informasi mengenai bencana, seseorang bisa memilih menghindari berita, berhenti mengikuti perkembangan peristiwa, atau membatasi keterlibatannya terhadap isu yang sedang terjadi.

Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diperhatikan. Sikap apatis yang berlebihan berpotensi membuat seseorang kehilangan kepedulian terhadap lingkungan maupun orang lain yang membutuhkan bantuan.

Padahal, informasi mengenai bencana tetap penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan membantu masyarakat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan risiko.

Jangan Semua Informasi Dikonsumsi

Karena itu, masyarakat disarankan tidak menerima seluruh informasi bencana secara mentah. Informasi sebaiknya disaring dan diperoleh dari sumber yang kredibel.

Konten yang hanya menimbulkan ketakutan tanpa memberikan informasi yang jelas dan bermanfaat juga sebaiknya dihindari.

Meity menilai masyarakat perlu mengetahui mana informasi yang benar-benar penting untuk diketahui dan dibagikan, serta mana informasi yang justru hanya memperbesar rasa takut.

Respons Setiap Orang Bisa Berbeda

Meity juga mengingatkan bahwa kemampuan setiap orang dalam menghadapi tekanan emosional tidak sama. Orang yang sebelumnya pernah mengalami pengalaman traumatis, seperti kehilangan orang terdekat atau menyaksikan kejadian buruk, dapat memberikan respons berbeda ketika kembali mendapatkan informasi mengenai bencana.

Karena itu, membatasi paparan informasi bukan berarti seseorang tidak peduli. Yang terpenting adalah menemukan batas yang sehat agar tetap mendapatkan informasi penting tanpa membuat kondisi emosional semakin terbebani.

Dengan mengatur konsumsi informasi dan memilih sumber yang terpercaya, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap bencana tanpa harus terus-menerus hidup dalam kecemasan.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Bencana #Psikologi #KesehatanMental #KelelahanEmosional #Apatis #BeritaBencana #MentalHealth #InfoKesehatan
Previous Post

Kebakaran Gunung Argopuro Meluas, Jalur Pendakian Ditutup

Next Post

5 Tanaman yang Diam-Diam Mengundang Tikus

musa

musa

Related Posts

tikus
Science

5 Tanaman yang Diam-Diam Mengundang Tikus

09/09/2026
erupsi
Science

Erupsi Terjadi Bersamaan di Empat Gunung, Apa Penyebabnya?

07/09/2026
duduk
Science

Terlalu Lama Duduk, Risiko Kanker Bisa Meningkat

02/09/2026
langit
Science

Jangan Lewatkan! Ini Fenomena Langit September 2026

02/09/2026
roket
Science

RI Siapkan Roket Buatan Sendiri, Target Uji Terbang 2029

26/08/2026
sawit
Science

Tyto Alba, Predator Alami yang Jadi Andalan Perkebunan Sawit

25/08/2026
Next Post
tikus

5 Tanaman yang Diam-Diam Mengundang Tikus

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.