Jurnal Pelopor – Video dua pria yang diamuk warga di kawasan Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial. Keduanya sempat dikaitkan dengan dugaan aksi pembegalan karena warga yang berada di lokasi mengira telah terjadi tindak kriminal terhadap seorang perempuan.
Namun, setelah polisi melakukan penelusuran, kejadian tersebut ternyata bermula dari insiden seorang pengendara motor perempuan yang diduga dihalangi saat melintas. Kesalahpahaman kemudian membuat situasi semakin memanas hingga warga mendatangi lokasi dan mengamankan dua pria.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, seorang perempuan berinisial ULAN baru saja selesai bekerja di sebuah toko fotokopi di kawasan Pasar Cibenda, Kampung Cibenda, Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru.
ULAN kemudian mengendarai sepeda motor seorang diri. Ia membawa sebuah tas yang diselempangkan di bahu kirinya dan melanjutkan perjalanan pulang.
Motor Korban Tergelincir
Saat melintas di Jalan Kampung Cibenda, tepatnya di sekitar Ruko H. Ecin, ULAN diduga berpapasan dengan seorang pria berinisial NF alias Eja.
Menurut keterangan polisi, pria tersebut diduga sedang dalam kondisi dipengaruhi alkohol. NF disebut berjalan ke tengah jalan sehingga menghalangi laju sepeda motor yang dikendarai ULAN.
Situasi jalan yang sepi membuat korban panik. Akibatnya, motor yang dikendarainya kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
ULAN mengalami sejumlah luka, di antaranya memar pada kaki kiri serta siku tangan kiri. Sepeda motornya juga mengalami kerusakan akibat terjatuh.
Setelah korban terjatuh, pria yang diduga menghalangi jalan tersebut disebut sempat membantu ULAN untuk kembali menaiki sepeda motornya. Setelah itu, korban meninggalkan lokasi.
Saksi Berteriak “Begal”
Tidak lama setelah menjauh dari lokasi, ULAN menghubungi seorang saksi berinisial P. Kepada saksi, korban menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.
P kemudian bersama sejumlah warga mendatangi lokasi untuk mencari pria yang diduga menghalangi perjalanan ULAN. Warga mencari berdasarkan ciri-ciri yang sebelumnya disampaikan korban.
Situasi berubah ketika muncul teriakan yang menyebut pelaku sebagai begal. Informasi tersebut kemudian menyebar di tengah warga dan memicu kesalahpahaman.
Dua pria akhirnya diamankan warga. Keduanya kemudian menjadi sasaran amukan massa. Video saat kedua pria tersebut diamankan dalam kondisi tanpa mengenakan pakaian pun beredar luas di media sosial.
Polisi Luruskan Dugaan Pembegalan
Peristiwa yang semula ramai disebut sebagai kasus pembegalan itu kemudian ditangani polisi. Kanit Reskrim Polsek Serang Baru, Iptu Augusman Harefa, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penanganan awal, kejadian tersebut bermula dari dugaan tindakan menghalangi jalan umum.
Polisi juga mengamankan pihak-pihak yang terlibat untuk dimintai keterangan dan memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat agar warga tidak langsung mengambil tindakan sendiri hanya berdasarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Teriakan atau dugaan sesaat dapat dengan cepat memicu kerumunan dan berujung pada tindakan kekerasan.
Saat ini, polisi masih mendalami peristiwa tersebut, termasuk dugaan penganiayaan terhadap dua pria yang diamuk warga serta kejadian awal yang dialami korban perempuan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:






