• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Kenapa Anak Krakatau Terus Erupsi? Ini Penjelasan Mbah Rono

Mbah Rono menjelaskan erupsi Anak Krakatau menjadi mekanisme alami pelepasan tekanan sekaligus proses pembentukan kembali tubuh gunung.

musa by musa
08/09/2026
in Nasional
0
krakatau
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian setelah mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Meski episode erupsi panjang tersebut telah berakhir, aktivitas vulkanik gunung api masih berlangsung dan tingkat kegempaannya tetap tinggi.

Pakar gunung api Surono atau yang akrab disapa Mbah Rono menjelaskan bahwa erupsi merupakan bagian dari proses alami pembentukan kembali tubuh Gunung Anak Krakatau.

Magma Terus Masuk, Tekanan Harus Dilepaskan

Menurut Mbah Rono, pasokan magma yang terus bergerak menuju tubuh gunung menyebabkan terjadinya akumulasi tekanan. Secara alami, tekanan tersebut perlu dilepaskan melalui aktivitas erupsi.

Ia menjelaskan, erupsi menjadi salah satu mekanisme gunung api untuk mengeluarkan material vulkanik yang telah terakumulasi di dalam sistemnya.

Material yang keluar kemudian jatuh dan menumpuk di sekitar tubuh gunung. Proses tersebut secara perlahan dapat membuat tubuh Gunung Anak Krakatau kembali bertambah besar dan tinggi.

Abu Vulkanik Jadi Bagian dari Proses Erupsi

Mbah Rono juga menjelaskan bahwa material hasil erupsi tidak seluruhnya akan berada di sekitar kawah. Sebagian material berupa abu vulkanik berukuran sangat halus dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang lebih jauh.

Menurutnya, penyebaran abu tersebut merupakan konsekuensi yang dapat terjadi dalam aktivitas letusan gunung api.

Dengan demikian, erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berkaitan dengan pelepasan tekanan magma, tetapi juga menjadi bagian dari proses alami pertumbuhan tubuh gunung.

Erupsi Menerus Berakhir, Aktivitas Masih Tinggi

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Setelah episode tersebut berakhir, Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan pola erupsi strombolian. Badan Geologi mencatat tiga kali erupsi strombolian dengan kolom erupsi berwarna hitam. Erupsi strombolian merupakan karakteristik yang selama ini dikenal pada aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ditandai oleh letusan yang terjadi secara berkala.

Kegempaan Masih Tinggi

Meskipun erupsi menerus telah berakhir, pemantauan instrumental pada 6-7 September 2026 masih menunjukkan aktivitas kegempaan yang tinggi. Tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid atau fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Kondisi tersebut membuat Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Warga Diminta Menjauh dari Gunung

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode ke depan masih tinggi. Potensi bahaya utama yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Selain itu, aliran lava juga berpotensi terjadi apabila kembali berlangsung erupsi menerus.

Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, pemantauan terhadap perkembangan Gunung Anak Krakatau terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas dan potensi bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan Selat Sunda.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AnakKrakatau #MbahRono #GunungApi #Erupsi #Vulkanik #GunungAnakKrakatau #InfoBencana #BeritaTerkini
Previous Post

Sahroni: RUU Perampasan Aset Akan Disahkan Desember

Next Post

Denada Ungkap Memasak Jadi Cara Melatih Kesabaran

musa

musa

Related Posts

ruu perampasan
Nasional

Sahroni: RUU Perampasan Aset Akan Disahkan Desember

08/09/2026
siaga
Nasional

Sejak Juli Berstatus Siaga, Anak Krakatau Kembali Aktif

08/09/2026
java
Nasional

Ditahan 1-1, Yakob Sayuri Ungkap Kekurangan Java United

08/09/2026
sipil
Nasional

Koalisi Sipil Kritik Vonis Banding Kasus Andrie Yunus

07/09/2026
krakatau
Nasional

Arah Abu Anak Krakatau Berubah Berdasarkan Ketinggian

07/09/2026
indonesia
Nasional

Aktivis Malaysia Gelar Demo, Desak Indonesia Atasi Karhutla

05/09/2026
Next Post
denada

Denada Ungkap Memasak Jadi Cara Melatih Kesabaran

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.