Jurnal Pelopor – Pemerintah Indonesia dan Malaysia membuka peluang kerja sama untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menimbulkan asap lintas batas. Kerja sama tersebut mencakup upaya mengurangi dampak kabut asap yang berpotensi terbawa angin menuju wilayah Malaysia.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia terkait persoalan tersebut.
Dalam komunikasi itu, pemerintah Malaysia menyampaikan apresiasi terhadap upaya Indonesia dalam mengendalikan karhutla. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi dampak kabut asap, khususnya dari wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Malaysia Siapkan Hujan Buatan
Salah satu bentuk kerja sama yang disiapkan Malaysia adalah melakukan modifikasi cuaca berupa hujan buatan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran sekaligus menekan dampak kabut asap di wilayah terdampak.
Namun, pelaksanaan operasi tersebut dapat melibatkan penerbangan pesawat yang harus melintasi wilayah udara Indonesia. Karena itu, Malaysia perlu memperoleh izin dari pemerintah Indonesia sebelum kegiatan tersebut dilakukan.
Jumhur mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup pada prinsipnya tidak keberatan dengan rencana tersebut. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Panglima TNI terkait mekanisme perizinan penerbangan.
Menurut Jumhur, kerja sama tersebut berpotensi memberikan manfaat bagi kedua negara. Jika hujan buatan menghasilkan dampak hingga ke wilayah Indonesia, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan Malaysia.
Hujan Diharapkan Turut Membantu Indonesia
Jumhur berharap modifikasi cuaca yang dilakukan Malaysia dapat menghasilkan hujan di wilayah yang membutuhkan. Dengan demikian, upaya tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi dampak asap di Malaysia.
Ia menilai kerja sama penanganan karhutla seharusnya memberikan keuntungan bagi kedua negara. Terlebih, persoalan kabut asap tidak mengenal batas wilayah ketika arah angin membawa asap menuju negara tetangga.
Kerja sama seperti ini menjadi penting ketika kondisi cuaca dan kebakaran di sejumlah wilayah berpotensi meningkatkan penyebaran asap. Koordinasi antarnegara diperlukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.
Indonesia dan Malaysia juga memiliki kepentingan yang sama untuk mengurangi dampak pencemaran udara akibat karhutla. Karena itu, kedua negara didorong tidak hanya bertukar informasi, tetapi juga melakukan tindakan nyata di lapangan.
Malaysia Persilakan Perusahaan Nakal Ditindak
Selain persoalan modifikasi cuaca, pemerintah Indonesia dan Malaysia turut membahas kemungkinan adanya perusahaan asal Malaysia yang memiliki konsesi perkebunan di Indonesia.
Jumhur mengatakan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia mempersilakan pemerintah Indonesia mengambil tindakan apabila terdapat perusahaan asal Malaysia yang terbukti melakukan pelanggaran.
Termasuk apabila perusahaan tersebut terbukti melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. Menurut Jumhur, Malaysia menunjukkan sikap terbuka terhadap proses penegakan hukum di Indonesia.
Sikap tersebut dinilai menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak seharusnya dibatasi oleh asal negara pemilik perusahaan. Selama pelanggaran terjadi di wilayah Indonesia, proses hukum tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kerja Sama Kabut Asap Lintas Negara
Kedua negara juga memiliki kesepahaman mengenai Transboundary Haze Pollution atau pencemaran kabut asap lintas batas. Istilah tersebut merujuk pada kondisi ketika asap akibat kebakaran hutan dan lahan terbawa angin hingga melewati batas negara.
Persoalan ini telah menjadi isu lingkungan yang berulang di kawasan Asia Tenggara. Kebakaran di satu negara dapat menimbulkan dampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat di negara tetangga.
Jumhur mengatakan kesepahaman tersebut ke depan akan diarahkan pada tindakan yang lebih konkret. Pemerintah Indonesia dan Malaysia tidak ingin kerja sama hanya berhenti pada komitmen atau pernyataan bersama.
Kedua negara akan membahas bentuk kolaborasi yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan. Langkah tersebut diharapkan membuat penanganan karhutla dan kabut asap lintas batas menjadi lebih efektif.
Malaysia Siap Bantu Indonesia
Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia dalam menghadapi persoalan karhutla. Bantuan tersebut dapat diarahkan pada berbagai langkah yang memungkinkan dilakukan melalui kerja sama kedua negara.
Menurut Jumhur, pemerintah Malaysia telah membuka diri untuk membantu Indonesia sesuai kemampuan yang dimiliki. Kesediaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penanganan karhutla secara bersama.
Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan memiliki dampak yang melampaui batas wilayah. Karena itu, penanganannya membutuhkan koordinasi antara negara yang terdampak.
Dengan adanya kolaborasi dalam modifikasi cuaca, penegakan hukum, serta penanganan pencemaran asap lintas batas, Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat mengurangi dampak karhutla. Upaya bersama tersebut juga menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di kedua negara.
Sumber: Liputan6.com.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







