Jurnal Pelopor — Timnas Inggris akhirnya berhasil memutus kutukan panjang yang menghantui mereka selama enam dekade di panggung Piala Dunia. Sempat tertinggal lebih dulu, The Three Lions bangkit dan membalikkan keadaan untuk menundukkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi Inggris. Selain memastikan tiket ke babak 16 besar, hasil tersebut juga mengakhiri rentetan rekor buruk yang selama bertahun-tahun menjadi momok setiap kali mereka tertinggal lebih dahulu dalam pertandingan Piala Dunia.
Sorotan utama kemenangan ini tentu jatuh kepada sang kapten, Harry Kane. Penyerang andalan Inggris itu tampil sebagai pahlawan dengan memborong dua gol yang mengubah nasib tim asuhan Thomas Tuchel.
DR Kongo Bikin Inggris Terkejut
Pertandingan dimulai dengan kejutan besar. Baru tujuh menit laga berjalan, publik Inggris dibuat terdiam setelah Brian Cipenga sukses menjebol gawang The Three Lions.
Gol cepat tersebut membuat pertandingan berjalan sesuai skenario DR Kongo. Wakil Afrika itu tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berbahaya melalui serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini belakang Inggris.
Sebaliknya, Inggris terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Meski mendominasi penguasaan bola, kreativitas lini tengah mereka kerap mentok saat memasuki area pertahanan lawan.
Skor 1-0 untuk keunggulan DR Kongo bertahan hingga turun minum dan membuat kekhawatiran mulai menyelimuti para pendukung Inggris.
Harry Kane Tampil Sebagai Penyelamat
Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan sejumlah penyesuaian taktik yang membuat permainan Inggris jauh lebih agresif.
Perubahan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Harry Kane berhasil menyamakan kedudukan. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat para pemain Inggris yang sebelumnya tampak frustrasi menghadapi rapatnya pertahanan lawan.
Setelah skor berubah menjadi 1-1, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Inggris terus menekan, sementara DR Kongo tetap mencoba memanfaatkan celah melalui serangan balik cepat.
Ketika pertandingan tampak akan memasuki babak tambahan waktu, Kane kembali menunjukkan kelasnya sebagai penyerang elite dunia. Sang kapten mencetak gol keduanya malam itu untuk memastikan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus mengirim Inggris melaju ke babak berikutnya.
Kutukan 60 Tahun Akhirnya Berakhir
Kemenangan atas DR Kongo bukan sekadar kemenangan biasa bagi Inggris. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Piala Dunia, mereka berhasil memenangkan pertandingan setelah tertinggal saat turun minum.
Sebelumnya, Inggris selalu gagal bangkit setiap kali memasuki jeda pertandingan dalam posisi tertinggal. Catatan buruk itu berlangsung selama sembilan pertandingan berturut-turut.
Tak hanya itu, kemenangan ini juga mengakhiri kutukan lain yang telah bertahan selama 60 tahun. Inggris akhirnya mampu memenangi pertandingan Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu, sesuatu yang terakhir kali mereka lakukan pada final Piala Dunia 1966 melawan Jerman Barat.
Kane Samai Rekor Legendaris
Dua gol yang dicetak Harry Kane juga menghadirkan catatan sejarah tersendiri. Penyerang Bayern Munchen tersebut menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak dua gol dalam laga fase gugur Piala Dunia sejak Gary Lineker melakukannya pada perempat final Piala Dunia 1990 melawan Kamerun.
Prestasi tersebut semakin menegaskan status Kane sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah sepak bola Inggris.
Tantangan Berat Menanti di 16 Besar
Meski berhasil lolos, performa Inggris masih menyisakan sejumlah catatan penting bagi Thomas Tuchel. Lini pertahanan mereka beberapa kali terlihat rapuh dan mudah ditembus oleh kecepatan para pemain DR Kongo.
Kelemahan tersebut tentu harus segera diperbaiki sebelum menghadapi tantangan berikutnya di babak 16 besar.
Inggris kini sudah ditunggu Meksiko dalam laga yang diprediksi berlangsung jauh lebih sulit. Duel tersebut akan digelar di Stadion Azteca, salah satu stadion paling ikonik dalam sejarah sepak bola dunia.
Dengan modal comeback dramatis dan kepercayaan diri yang kembali tumbuh, The Three Lions berharap momentum ini menjadi awal perjalanan panjang menuju trofi Piala Dunia kedua mereka setelah penantian selama 60 tahun.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







