Jurnal Pelopor — Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi memangkas durasi pelatihan bela negara bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Jika sebelumnya program pelatihan berlangsung selama satu bulan dengan skema menyerupai pelatihan Komponen Cadangan, kini durasinya dipersingkat menjadi hanya dua minggu sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh setelah meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, usai menghadiri rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Menurutnya, perubahan ini merupakan bagian dari penyesuaian konsep pelatihan agar lebih relevan dengan tugas para peserta sebagai pengelola koperasi di daerah.
Pelatihan Militer Diubah Menjadi Bela Negara
Donny menjelaskan bahwa Kemhan tidak lagi menggunakan konsep latihan dasar kemiliteran atau latsarmil bagi para peserta SPPI. Sebagai gantinya, program akan difokuskan pada pelatihan bela negara dan kemampuan manajerial yang mendukung tugas mereka di lapangan.
Ia menegaskan bahwa peserta tidak akan menerima materi terkait penggunaan senjata, strategi perang, maupun taktik militer lainnya sebagaimana yang diterapkan dalam pendidikan militer pada umumnya.
Sebaliknya, pelatihan akan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, disiplin, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Para peserta juga akan dibiasakan menjalani jadwal kegiatan yang teratur untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Kegiatan ini lebih diarahkan pada pembentukan mental kepemimpinan, nasionalisme, dan disiplin yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi dan memberdayakan masyarakat,” ujar Donny.
Dilanjutkan Pelatihan Manajerial Selama Sebulan
Setelah menyelesaikan pelatihan bela negara selama dua minggu, para peserta akan mengikuti pelatihan manajerial selama sekitar satu bulan. Materi yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi desa maupun koperasi nelayan.
Kementerian Koperasi telah menyiapkan modul khusus terkait tata kelola koperasi, pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan usaha desa. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan memberikan materi bagi peserta yang nantinya ditempatkan di sektor koperasi nelayan.
Kemhan menilai kemampuan manajerial menjadi aspek penting agar para lulusan SPPI mampu menjalankan fungsi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan pesisir.
Investigasi Kematian Lima Peserta Masih Berjalan
Perubahan konsep pelatihan ini tidak terlepas dari meninggalnya lima peserta SPPI selama mengikuti program sebelumnya. Tragedi tersebut memicu sorotan publik dan mendorong DPR meminta evaluasi menyeluruh terhadap metode pelatihan yang diterapkan.
Menanggapi hal itu, Kemhan telah membentuk tim investigasi untuk mengusut penyebab kematian para peserta serta menilai apakah terdapat pelanggaran prosedur selama pelaksanaan kegiatan.
Donny menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi sebelum menentukan langkah hukum ataupun tindakan lanjutan yang diperlukan.
Kemhan Berikan Santunan kepada Keluarga Korban
Selain melakukan evaluasi, Kemhan juga memastikan telah memberikan bantuan kepada keluarga para peserta yang meninggal dunia. Bantuan tersebut mencakup biaya pemulangan jenazah, proses pemakaman, hingga santunan yang diberikan langsung oleh kementerian.
Tidak hanya itu, Kemhan juga membantu proses pengurusan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang saat ini masih dalam tahap administrasi.
Pemerintah berharap perubahan pola pelatihan ini dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan sekaligus memastikan program SPPI tetap mampu melahirkan calon manajer koperasi yang profesional, berintegritas, dan siap menggerakkan perekonomian masyarakat dari tingkat desa hingga wilayah pesisir Indonesia.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






