Jurnal Pelopor — Pemerintah terus memperluas program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa saat ini sebanyak 93 gedung permanen Sekolah Rakyat sedang dibangun di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 100 gedung tambahan pada tahun depan untuk memperluas daya tampung siswa di seluruh Indonesia.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terus Dipercepat
Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pembangunan 93 gedung permanen tersebut merupakan bagian dari tahap awal pengembangan Sekolah Rakyat secara nasional. Jumlah itu berbeda dengan sekolah rakyat rintisan yang saat ini telah beroperasi di 166 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pembangunan gedung permanen dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo yang ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang layak dengan fasilitas yang memadai.
Salah satu proyek yang tengah berjalan berada di Karangasem, Bali. Gedung permanen yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum itu disebut telah mencapai progres sekitar 80 persen dan ditargetkan segera beroperasi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Target Tampung Puluhan Ribu Siswa
Pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 100 gedung permanen tambahan pada tahun 2027. Dengan penambahan tersebut, kapasitas Sekolah Rakyat diproyeksikan meningkat secara signifikan.
“Tahun depan direncanakan tambah lagi lebih dari 100 gedung. Dengan begitu, tahun depan kita bisa menerima lebih dari 90.000 siswa secara keseluruhan,” ujar Saifullah.
Target tersebut menjadi bagian dari program pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan sosial melalui jalur pendidikan yang lebih inklusif.
Dilengkapi Asrama dan Fasilitas Modern
Saifullah mencontohkan pembangunan Sekolah Rakyat di Sampang, Madura, yang dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa.
Tidak hanya ruang kelas, sekolah tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti asrama siswa dan guru, perpustakaan, laboratorium, sarana olahraga, hingga fasilitas kegiatan ekstrakurikuler.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik sekaligus mendukung pengembangan karakter dan keterampilan siswa.
Prabowo: Pendidikan untuk Rakyat yang Paling Membutuhkan
Saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan di Bali, Presiden Prabowo menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat ditujukan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi paling sulit.
Menurutnya, pembangunan nasional harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia, termasuk melalui akses pendidikan yang berkualitas.
“Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya. Tujuan pembangunan adalah membuat seluruh rakyat Indonesia hidup layak dan hidup lebih baik,” ujar Prabowo.
Dengan pembangunan ratusan gedung permanen dan peningkatan kapasitas penerimaan siswa, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






