Jurnal Pelopor — Dunia maritim tengah bersiap menyambut sebuah proyek ambisius yang digadang-gadang akan menjadi kapal pesiar terbesar dalam sejarah. Proyek bernama Freedom Ship itu dirancang bukan sekadar sebagai kapal pesiar biasa, melainkan sebuah kota terapung lengkap dengan sekolah, rumah sakit, stadion olahraga, pusat perbelanjaan, hingga kawasan hunian permanen bagi puluhan ribu orang.
Jika terealisasi, Freedom Ship akan melampaui ukuran kapal-kapal pesiar terbesar saat ini dan menjadi salah satu proyek rekayasa maritim paling spektakuler yang pernah dibangun manusia.
Delapan Kali Lebih Besar dari Kapal Pesiar Terbesar Saat Ini
Saat ini gelar kapal pesiar terbesar di dunia masih dipegang oleh Icon of the Seas dan Star of the Seas milik Royal Caribbean International. Namun, Freedom Ship diproyeksikan memiliki ukuran sekitar delapan kali lebih besar.
Kapal raksasa ini dirancang memiliki panjang sekitar 1,6 kilometer atau setara satu mil, dengan tinggi mencapai 30 dek. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga 12 miliar poundsterling atau sekitar Rp290 triliun.
Tak tanggung-tanggung, Freedom Ship dirancang mampu menampung sekitar 80.000 orang sekaligus. Dari jumlah tersebut, sekitar 50.000 orang akan menjadi penghuni tetap, 10.000 wisatawan dapat berkunjung setiap hari, dan 20.000 orang lainnya bertugas sebagai kru operasional.
Fasilitas Lengkap Layaknya Sebuah Kota
Konsep Freedom Ship adalah menghadirkan seluruh kebutuhan kehidupan modern dalam satu kawasan terapung. Penghuninya tidak perlu turun ke daratan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Berbagai fasilitas yang direncanakan antara lain:
- Hotel bertingkat dan kawasan hunian permanen.
- Taman kota seluas tiga hektare.
- Stadion olahraga berkapasitas 15.000 penonton.
- Gedung konser dan pertunjukan simfoni.
- Jalur pejalan kaki sepanjang 24 kilometer.
- Sistem trem internal sebagai transportasi.
- Pusat perbelanjaan dan area kuliner.
- Bank dan fasilitas keuangan.
- Kasino dan pusat hiburan.
- Sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
- Rumah sakit modern sekaligus pusat riset medis.
Dengan fasilitas tersebut, Freedom Ship diproyeksikan berfungsi layaknya sebuah kota modern yang terus berlayar mengelilingi dunia.
Menggunakan Energi Nuklir
Salah satu aspek paling menarik dari proyek ini adalah penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber energi utama. Teknologi tersebut diklaim mampu menyediakan kebutuhan energi dalam jangka panjang sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Karena ukurannya yang sangat besar, kapal ini tidak dirancang untuk bersandar di pelabuhan konvensional. Freedom Ship nantinya akan beroperasi secara permanen di perairan internasional dan terus berlayar mengelilingi dunia.
Indonesia Berpeluang Terlibat
Menariknya, Indonesia disebut masuk dalam rencana pembangunan proyek tersebut. Salah satu proposal yang berkembang menyebutkan bahwa lambung utama kapal raksasa ini berpotensi dibangun di Indonesia karena kapasitas industri galangan kapal nasional yang dinilai mampu menangani konstruksi berskala besar.
Gagasan Freedom Ship sendiri pertama kali diperkenalkan oleh insinyur Amerika Serikat, Norman Nixon, pada era 1990-an. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi konsep, proyek ini kini kembali mendapat perhatian serius dan mulai mencari investor untuk mewujudkannya.
Meski masih menghadapi tantangan pendanaan yang sangat besar, pengembang proyek optimistis Freedom Ship suatu hari nanti dapat menjadi kota terapung pertama di dunia yang benar-benar beroperasi dan dihuni secara permanen.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v





